
President Director Asuransi Astra, Maximiliaan Agatisianus. (Nanda Prayoga/JawaPos.com)
JawaPos.com - Asuransi Astra tengah mengembangkan teknologi artificial intelligence (AI) untuk membantu mendeteksi potensi fraud dalam proses klaim. Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan mengotomatisasi proses asuransi dengan mengurangi kebutuhan intervensi manusia.
President Director Asuransi Astra, Maximiliaan Agatisianus, menjelaskan bahwa pemanfaatan AI saat ini juga diarahkan untuk proses klaim kesehatan. Teknologi tersebut dikembangkan untuk memeriksa data klaim yang masuk dan mencocokkannya dengan riwayat klaim sebelumnya.
"Ngomong-ngomong di MyGarda untuk health ya, itu Garda Medika, itu klaim bisa dilakukan secara online, secara lewat aplikasi, di-upload dokumennya. Nah, itu juga bisa di-check, dan kita sedang kembangkan AI-nya untuk mendeteksi adanya fraud," kata Maximilianan dalam acara Asuransi Astra ‘Transformation Beyond the Screen” di Jakarta, Jumat (11/9).
Menurutnya, AI nantinya dapat membantu mengidentifikasi indikasi klaim yang memiliki kesamaan dengan pengajuan sebelumnya. Pemeriksaan tersebut mencakup sejumlah informasi dalam klaim, seperti jumlah dan tanggal pengajuan.
"Apakah jumlah yang sama, tanggal yang sama, sudah pernah diklaim kan pada masa yang lalu. Jadi tanpa harus mata manusia melihatnya. Nah, kita sedang mengembangkan ke arah sana," ujarnya.
Pengembangan AI tersebut juga berkaitan dengan upaya Asuransi Astra memperluas otomatisasi dalam proses bisnisnya. Sebelumnya, teknologi artificial intelligence dan Optical Character Recognition (OCR) telah digunakan dalam proses penutupan asuransi kendaraan bermotor melalui GardaOto.com.
Max mencontohkan, teknologi OCR dapat mengekstrak informasi dari KTP dan STNK. Data tersebut kemudian dimasukkan ke dalam database sehingga proses yang sebelumnya membutuhkan 16 langkah dapat direduksi menjadi dua langkah.
"Harapan kita adalah bahwa dengan penggunaan AI ini, penggunaan OCR ini, sebagian besar dari proses kita akan strike through proses. Kita harapkan 70-80 persen itu akan diproses tanpa human intervention," jelasnya.
Sementara proses yang tidak memenuhi parameter otomatisasi akan tetap diperiksa oleh manusia. "Hanya yang tidak memenuhi itu yang akan keluar dari proses, kemudian mata kita lihat ke sana," lanjut Maximilianan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022