Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 5 Agustus 2026 | 19.05 WIB

Sri Mulyani Ditunjuk Jadi Independent Co-Chair IDA22 Bank Dunia

Mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. (ANTARA) - Image

Mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. (ANTARA)

JawaPos.com - Mantan Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, ditunjuk menjadi Independent Co-Chair atau Ketua Bersama Independen dalam proses pengalangan dana (replenishment) putaran ke-22 International Development Association (IDA22).

Sebagaimana diketahui, IDA22 merupakan, dana milik Grup Bank Dunia yang ditujukan untuk membantu negara-negara berpendapatan rendah. Proses penggalangan dana IDA umumnya diselenggarakan setiap tiga tahun untuk menghimpun pendanaan baru bagi IDA.

Sri Mulyani akan memimpin bersama proses replenishment IDA22 dengan Paschal Donohoe, Managing Director sekaligus Chief Knowledge Officer Grup Bank Dunia," tulis Bank Dunia dalam keteranganya, dikutip Rabu (5/8).

Bank Dunia menyebut bahwa, nama Sri Mulyani terpilih dari daftar kandidat yang diseleksi oleh komite pencarian yang terdiri dari perwakilan negara donor dan negara peminjam.

Dengan penunjukan tersebut, nantinya Sri Mulyani akan memimpin proses penggalangan dukungan kebijakan dan pendanaan dari negara-negara donor maupun negara peminjam untuk memperkuat IDA22.

Dalam keteranganya, World Bank menyebut bahwa Sri Mulyani merupakan salah satu tokoh paling berpengalaman di dunia dalam bidang pembiayaan pembangunan internasional.

Selain jabatan baru yang diterimanya, saat ini Sri Mulyani menjabat sebagai Blavatnik World Leaders Fellow 2025-2026 di University of Oxford. Sebelumnya, ia menjadi perempuan pertama yang menjabat sebagai Menteri Keuangan Indonesia serta pernah menjabat sebagai Managing Director dan Chief Operating Officer Bank Dunia.

"Pengalaman tersebut memberinya keahlian mendalam dalam kebijakan pembangunan maupun pembiayaan multilateral. Sri Mulyani juga pernah masuk dalam daftar 100 Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia versi Forbes," tulisnya.

Pertemuan replenishment IDA umumnya digelar setiap tiga tahun untuk menghimpun pendanaan baru bagi IDA, dana milik Bank Dunia yang ditujukan untuk negara-negara termiskin di dunia. Pertemuan tersebut juga menjadi forum bagi para mitra untuk meninjau kebijakan-kebijakan IDA.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore