
Menteri PPPA Arifah Fauzi bersama Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti memberikan apresiasi terhadap praktik pemberdayaan perempuan yang dilakukan melalui program PNM Mekaar saat mengunjungi salah satu nasabah binaan PNM Mekaar di Bandung/(Istimewa).
JawaPos.com — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi bersama Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti memberikan apresiasi terhadap praktik pemberdayaan perempuan yang dilakukan melalui program PNM Mekaar saat mengunjungi salah satu nasabah binaan PNM Mekaar di Bandung.
Kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana perempuan prasejahtera mampu membangun usaha yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan keluarga, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri PPPA dan Kepala BPS mengunjungi usaha milik Ibu Ema, nasabah PNM Mekaar yang berhasil mengembangkan model usaha berbasis ekonomi sirkular. Berawal dari pemanfaatan sampah organik dan anorganik, Ema membangun ekosistem usaha yang saling terintegrasi, mulai dari budidaya maggot sebagai pengolah limbah, yang kemudian dimanfaatkan untuk pakan lele dan ayam sehingga menciptakan rantai usaha yang berkelanjutan.
Menteri PPPA mengapresiasi inovasi yang dilakukan nasabah PNM Mekaar sebagai contoh nyata bahwa perempuan memiliki kemampuan besar untuk menjadi agen perubahan, baik bagi keluarganya maupun lingkungan sekitar.
"Ibu-ibu bisa mencontoh usaha seperti Ibu Ema ini, karena memanfaatkan sampah di lingkungan sekitar, mulai dari organik dan anorganik, kemudian mengolahnya menjadi sebuah ekosistem. Ini merupakan salah satu upaya untuk menyelamatkan lingkungan kita sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi keluarga," ujar Ariefah.
Menurutnya, kisah Ema menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan tidak hanya menghasilkan peningkatan pendapatan, tetapi juga mampu mendorong lahirnya inovasi yang memberikan dampak sosial dan lingkungan secara bersamaan.
Senada dengan itu, Kepala BPS menilai usaha yang dikembangkan Ema merupakan contoh pemberdayaan ekonomi yang memiliki rantai nilai lengkap dari hulu hingga hilir.
"Ini merupakan contoh usaha yang luar biasa, yang merupakan usaha dari hulu sampai hilir, dari mulai maggot sampai lele dan ayam," ujarnya.
Ia berharap semakin banyak praktik baik serupa yang dapat berkembang di berbagai daerah sebagai gambaran nyata ketangguhan perempuan Indonesia dalam membangun ekonomi keluarga sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.
Keberhasilan nasabah PNM Mekaar asal Bandung tersebut tidak terlepas dari proses pendampingan yang dijalankan oleh PNM. Selain memperoleh akses pembiayaan, para nasabah secara rutin mengikuti Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM), pelatihan usaha, serta penguatan kapasitas untuk mengembangkan usahanya secara mandiri.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
Siaran Tunda Moto3 Inggris 2026! Ini Jadwal dan Link Live Streaming Veda Ega Pratama di Silverstone
Juara Piala Presiden 2026! 3 Pemain Persebaya Jalani Pemulihan Jelang Super League 2026/2027
