
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Ateng Hartono dalam konferensi pers Berita Resmi Statistik, Juli. Senin (3/8). (Djati Waluyo/JawaPos.com)
JawaPos.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Indonesia pada Juli 2026 tercatat minus 0,14 persen atau deflasi jika dibandingkan dengan capaian Juni atau month to month (mtom).
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Ateng Hartono, mengatakan terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 111,89 pada Juni 2026 menjadi 111,73 pada Juli 2026.
“Pada bulan Juli tahun 2026 terjadi deflasi sebesar 0,14 persen secara bulanan atau secara month to month atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen IHK dari 111,89 pada bulan Juni tahun 2026 menjadi 111,73 pada Juli tahun 2026,” ujar Ateng dalam konferensi pers, Senin (3/8).
Ateng mengatakan, kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi penyumbang utama deflasi bulanan Juli 2026 dengan andil deflasi sebesar 0,26 persen dan tingkat deflasi 0,89 persen.
Ia menjelaskan, beberapa komoditas yang menyumbang deflasi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau adalah bawang merah, cabai merah, cabai rawit, telur ayam ras, dan tomat dengan andil deflasi masing-masing sebesar 0,11 persen, 0,06 persen, 0,06 persen, 0,03 persen, dan 0,03 persen.
Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya memberikan andil terhadap deflasi sebesar 0,06 persen dengan deflasinya sebesar 0,89 persen.
“Deflasi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya terutama didorong oleh deflasi pada emas perhiasan sebesar 3,58 persen dan memberikan andil deflasi sebesar 0,08 persen,” ujarnya.
Sementara itu, kelompok transportasi memberikan andil inflasi sebesar 0,06 persen dan kelompok pendidikan memberikan andil inflasi sebesar 0,03 persen.
Ateng mengatakan, komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok transportasi terutama bensin dengan andil inflasi 0,08 persen. Sepeda motor dan pelu mas atau oli mesin dengan andil inflasi masing-masing sebesar 0,01 persen.
Ateng menjelaskan, inflasi pada kelompok transportasi terutama dipicu kenaikan harga bensin yang memberikan andil inflasi sebesar 0,08 persen. Selain itu, komoditas sepeda motor serta pelumas atau oli mesin masing-masing turut menyumbang andil inflasi sebesar 0,01 persen.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022