Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 Juli 2026 | 00.10 WIB

Survei AFTECH Ungkap 84 Persen Perusahaan Fintech di Indonesia Sudah Adopsi AI

Indonesia Digital Bank Summit (IDBS) 2026 yang digelar AFTECH di Jakarta, Selasa (7/7). (Nanda Prayoga/JawaPos.com) - Image

Indonesia Digital Bank Summit (IDBS) 2026 yang digelar AFTECH di Jakarta, Selasa (7/7). (Nanda Prayoga/JawaPos.com)

JawaPos.com - Pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) semakin masif di industri financial technology (fintech) Indonesia. Hasil awal Annual Members Survey (AMS) 2025-2026 Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) mencatat sebanyak 84 persen perusahaan fintech telah mengadopsi teknologi AI dalam operasional bisnisnya.

Temuan tersebut diumumkan dalam Indonesia Digital Bank Summit (IDBS) 2026 yang digelar AFTECH di Jakarta, Selasa (7/7). Survei terhadap 141 anggota juga menunjukkan industri fintech mulai memasuki fase pertumbuhan yang lebih matang. Sebanyak 43 persen responden telah membukukan laba, sementara 86 persen menilai regulasi saat ini telah mendukung inovasi.

Ketua Umum AFTECH, Pandu Sjahrir, mengatakan Indonesia saat ini tengah memasuki era financial convergence, ketika perbankan, fintech, sistem pembayaran, dan aset keuangan digital semakin terintegrasi dalam satu ekosistem.

Menurutnya, tren tersebut diperkuat oleh konsep universal banking, berkembangnya Open Finance, pemanfaatan AI, serta semakin pentingnya Digital Public Infrastructure (DPI) dan Digital Financial Infrastructure (DFI) sebagai fondasi transformasi sektor keuangan Indonesia.

"Fintech kini bukan lagi alternatif bagi perbankan, melainkan sebagai mitra strategis dalam membangun sistem keuangan masa depan. IDBS 2026 menjadi momentum bagi AFTECH untuk menegaskan bahwa fintech siap naik kelas, memperkuat kolaborasi dengan perbankan dan regulator, serta memastikan inovasi keuangan digital memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan sektor riil," ujar Pandu di Jakarta, Selasa (7/7).

Pandu menegaskan bahwa masa depan sektor jasa keuangan Indonesia ditentukan oleh kemampuan seluruh pemangku kepentingan untuk membangun sistem keuangan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Ukuran keberhasilan kita bukanlah siapa yang paling besar atau paling cepat, tetapi apakah sistem keuangan Indonesia benar-benar mampu menciptakan kehidupan yang lebih baik, meningkatkan produktivitas sektor riil, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," pungkas Pandu.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas AFTECH, Arsjad Rasjid, menegaskan bahwa fintech tetap menjadi penggerak inovasi yang melengkapi layanan perbankan melalui inovasi, teknologi, data, dan jangkauan ke segmen yang belum sepenuhnya terlayani.

"Dalam era universal banking dan beyond banking, fintech dan perbankan berperan sebagai mitra yang saling melengkapi. Melalui IDBS 2026, AFTECH ingin memastikan output forum ini mencerminkan kepentingan kolektif anggota sekaligus menjadi masukan konstruktif bagi regulator," ujar Arsjad.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore