
Indonesia masih menjadi sasaran empuk pelaku kejahatan siber.
JawaPos.com – Di era digital, data pribadi tidak lagi sekadar informasi identitas, tetapi telah menjadi aset bernilai tinggi yang kerap diburu pelaku kejahatan siber. Kebocoran data pribadi dapat membuka jalan bagi berbagai tindak penipuan hingga kejahatan finansial yang merugikan korban.
Pendiri Lembaga Riset Siber Independen Communication and Information System Security Research Center (CISSReC) Pratama Persadha mengatakan data pribadi menjadi target utama para pelaku kejahatan karena memiliki nilai ekonomi yang besar.
"Data pribadi menjadi sasaran utama pelaku kejahatan siber karena data tersebut memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Informasi pribadi dapat digunakan untuk melakukan pencurian identitas, pembukaan rekening ilegal, pengajuan pinjaman tanpa izin pemilik data, hingga rekayasa sosial yang lebih meyakinkan," kata Pratama kepada Jawapos.com, Jumat (5/6).
Menurut dia, informasi yang berhasil dikumpulkan pelaku dapat digunakan untuk membangun kepercayaan terhadap calon korban. Dengan begitu, korban lebih mudah dimanipulasi untuk menyerahkan akses keuangan atau informasi penting lainnya.
"Pelaku dapat membangun kepercayaan dan memanipulasi korban agar menyerahkan akses keuangan secara sukarela," ujarnya.
Baca Juga: Jangan Tunggu Besok, Pelaporan Cepat Jadi Kunci Selamatkan Dana Nasabah dari Penipuan Digital
Data Pribadi yang Bisa Dipakai Pelaku Kejahatan
Ketua Umum Ikatan Alumni Sandi Negara (IKASARA) itu juga menjelaskan, terdapat sejumlah jenis data yang sangat berbahaya apabila jatuh ke tangan pihak yang tidak bertanggung jawab. Data tersebut tidak hanya dapat digunakan untuk mencuri identitas, tetapi juga melakukan berbagai kejahatan finansial atas nama korban.
"Beberapa jenis data yang paling berbahaya apabila jatuh ke tangan pelaku penipuan antara lain nomor identitas kependudukan, foto kartu identitas, nomor rekening, nomor kartu pembayaran, PIN, kata sandi, kode OTP, alamat surat elektronik, nomor telepon, serta data biometrik seperti sidik jari dan wajah," ungkapnya.
Ia mengingatkan bahwa kombinasi dari beberapa data tersebut dapat memberikan peluang besar bagi pelaku untuk menyalahgunakan identitas seseorang.
Imbauan Masyarakat
Karena itu, Pratama mengimbau masyarakat lebih berhati-hati dalam membagikan informasi pribadi saat beraktivitas di dunia digital. Menurutnya, perlindungan data pribadi harus dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
"Perlindungan data pribadi dapat dilakukan melalui berbagai langkah preventif. Informasi sensitif sebaiknya tidak dibagikan secara sembarangan di media sosial," katanya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022