Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 Mei 2026 | 18.04 WIB

Rupiah Melemah, Dana Asing Kabur, Mirae Asset Sebut Rebound IHSG Masih Rapuh

Layar IHSG di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (19/5/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Layar IHSG di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (19/5/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Pasar keuangan domestik belum benar-benar keluar dari tekanan. Di tengah pelemahan rupiah, arus keluar dana asing, dan kekhawatiran perlambatan ekonomi, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai kondisi pasar Indonesia masih berada dalam fase yang rentan.

Gambaran tekanan itu terlihat dari kinerja Indeks Harga Saham Gabungan sepanjang pekan lalu. Dalam periode perdagangan 18 hingga 22 Mei 2026, IHSG anjlok 8,35 persen dan ditutup di level 6.162,04.

Koreksi tajam tersebut bukan sekadar angka di layar perdagangan. Kapitalisasi pasar saham Indonesia ikut terpangkas 10,07 persen menjadi Rp10.635 triliun, atau setara sekitar Rp1.190 triliun lenyap hanya dalam sepekan.

Tekanan terbesar datang dari sentimen eksternal dan teknikal pasar. Salah satu pemicunya adalah rebalancing indeks MSCI yang efektif berlaku mulai 1 Juni 2026.

Dalam penyesuaian tersebut, enam saham Indonesia dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index. Langkah ini diperkirakan memicu potensi arus keluar modal hingga USD 1,7 miliar.

Risiko yang dibaca pasar tidak berhenti di sana. Kekhawatiran juga muncul terkait kemungkinan penurunan status Indonesia dari emerging market menjadi frontier market jika persoalan struktural pasar tidak segera dibenahi.

Pada perdagangan Senin (25/5), IHSG memang sempat bangkit. Indeks ditutup menguat 0,72 persen ke level 6.206,35 dengan dorongan dari sejumlah saham berkapitalisasi besar seperti AMMN, BBRI, dan BBCA.

Namun penguatan itu belum cukup untuk mengubah sentimen utama. Investor asing masih mencatatkan net sell sekitar Rp2,2 triliun menjelang implementasi rebalancing MSCI.

Di saat yang sama, tekanan terhadap rupiah belum mereda. Mata uang Garuda kembali melemah ke level Rp17.744 per dolar AS.

Head of Research & Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto menilai penguatan pasar saat ini belum bisa dibaca sebagai pemulihan yang solid. Menurutnya, rebound yang terjadi masih bersifat teknikal.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore