Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 14 April 2026 | 00.57 WIB

Pendapatan Tidak Stabil, Kelas Menengah Indonesia Hanya Mampu Penuhi Kebutuhan Sehari-hari

Ilustrasi Generasi X, Y, dan Z. (Pexels) - Image

Ilustrasi Generasi X, Y, dan Z. (Pexels)

JawaPos.com - Kelas menengah di Indonesia terus bertumbuh. Mereka berasal dari tiga generasi, yakni generasi X, Y atau milenial, dan Z. Namun, tumbuhnya kelompok ini tidak selaras dengan kemandirian dan stabilitas finansial mereka. 

Tidak stabilnya finansialnya, karena ketiga generasi itu memiliki prioritas dan tekanan berbeda. Kondisi itu tergambar dari hasil riset yang dilakukan FWD Group Holdings Limited (“FWD Group” atau “FWD”).

Dalam survei bertajuk FWD consumer outlook survey ini, FWD Group Holdings Limited berkolaborasi dengan lembaga survei, Ipsos. Riset itu mengkaji kesejahteraan finansial, kekhawatiran, serta kesenjangan perlindungan kalangan kelas menengah Asia di berbagai generasi dan tahap kehidupan.

Survei yang dilakukan secara online itu berlangsung pada Oktober 2025, dan melibatkan lebih dari 1.000 responden kelas menengah Indonesia. Mereka berusia 21–65 tahun.

Chief Human Resources & Marketing Officer FWD Insurance Rudy F. Manik mengatakan, dari hasil survei menyatakan bahwa masyarakat kelas menengah di Indonesia saat ini cenderung berada dalam posisi berhati-hati secara finansial. Sekitar 66 persen responden merasa stres, khawatir, atau hanya mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi itu dipicu oleh inflasi. Konkretnya, kenaikan biaya hidup, ketidakstabilan pendapatan, dan tingginya biaya kesehatan.

“Setiap generasi menghadapi tekanan dan memiliki prioritas finansial yang berbeda di setiap tahapan kehidupannya," ujar Rudy F. Manik dalam konferensi pers di Jakarta pada Senin (13/4).

Menurut dia, masyarakat Indonesia saat ini menghadapi tekanan finansial yang semakin kompleks. Mereka cenderung untuk lebih berhati-hati dalam mengelola keuangan. Banyak individu yang belum sepenuhnya siap untuk menghadapi implikasi finansial dari usia hidup yang lebih panjang di tengah meningkatnya biaya kesehatan. 

"Temuan ini menjadi hal yang penting untuk membantu industri dalam menghadirkan solusi yang lebih relevan dan sesuai dengan kebutuhan nasabah,” imbuhnya.

Adapun 66 persen responden yang merasa stres, khawatir, atau hanya mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari dipicu beberepa hal. Yakninya, kenaikan biaya hidup (70%), ketidakpastian pendapatan (43%), dan tingginya biaya kesehatan (40%). Hal itu mendorong masyarakat untuk lebih fokus pada menjaga stabilitas finansial dibandingkan pertumbuhan.

Sementara itu, generasi Y, X, dan Z memiliki kebutuhan dan kekhawatiran finansial yang berbeda. Generasi Z, mereka yang lahir pada 1996–2010 berfokus pada upaya dalam mencapai kemandirian finansial dengan dukungan proteksi yang sederhana dan terjangkau.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore