
Ilustrasi aplikasi Livin' Bank Mandiri (Bank Mandiri)
JawaPos.com - Strategi ekspansi dalam menyalurkan kredit di tengah perekonomian yang penuh kehati-hatian saat ini dinilai mampu mencetak kinerja positif PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI). Direktur Program dan Kebijakan Prasasti Center for Policy Studies Piter Abdullah menilai, pertumbuhan kredit Bank Mandiri lebih disebabkan oleh kebijakan Bank Mandiri yang lebih agresif dalam menyalurkan dana bukan karena permintaan kredit yang meningkat signifikan.
"Terlepas dari pertumbuhan kredit tersebut, saya kira kinerja bank mandiri masih cukup baik, dengan indikator permodalan, likuiditas dan profitabilitas," ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (5/4).
Berdasarkan laporan keuangan bulanan Februari 2026, kinerja tersebut tercermin dari penyaluran kredit yang mencapai Rp 1.513,1 triliun atau tumbuh 15,7 persen secara tahunan (Year-on-Year/YoY).
Pieter menjelaskan, strategi agresif ini tidak serta merta mencerminkan perbaikan permintaan kredit, langkah agresif itu tidak semua menerapkan strategi serupa.
Pertumbuhan ini turut diikuti oleh penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp 1.644,8 triliun, meningkat 16,3 persen YoY, mencerminkan kepercayaan nasabah yang terus terjaga terhadap layanan Bank Mandiri.
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengatakan bahwa peningkatan kinerja tersebut sejalan dengan semakin aktifnya transaksi nasabah di berbagai kanal layanan Bank Mandiri, khususnya melalui platform digital.
Dia menyebutkan, laba bersih Bank Mandiri tumbuh 16,7 persen secara tahunan menjadi Rp 8,9 triliun hingga Februari 2026, seiring dengan meningkatnya aktivitas transaksi digital masyarakat melalui Livin’ by Mandiri yang turut mendorong pertumbuhan pendapatan berbasis komisi.
Secara keseluruhan, hingga Februari 2026 volume transaksi melalui Livin’ by Mandiri terus menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dengan total transaksi mencapai lebih dari 738,7 juta transaksi sejak awal tahun, atau tumbuh sekitar 28 persen secara tahunan (YoY).
Peningkatan ini didorong oleh semakin luasnya pemanfaatan layanan digital oleh masyarakat untuk berbagai kebutuhan transaksi sehari-hari, mulai dari pembayaran tagihan, pembelian produk dan layanan digital, hingga transfer dana antar individu maupun pelaku usaha.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
