Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 16 Oktober 2026 | 23.41 WIB

Hans Kwee Sebut Peluang Pasar Saham RI Turun Status Imbas MSCI Sangat Kecil

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/10/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/10/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Pengamat pasar modal Hans Kwee menilai peluang Indonesia turun status menjadi Frontier Market maupun Standalone Market dalam klasifikasi Morgan Stanley Capital International (MSCI) masih sangat kecil.

Menurutnya, investor di pasar modal harus tetap rasional dan tidak panik menyikapi rencana perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia tersebut.

MSCI sebelumnya mengumumkan konsultasi atas proposal perubahan klasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Proses konsultasi dibuka hingga 30 April 2027, sedangkan keputusan final dijadwalkan diumumkan paling lambat pada 30 Juni 2027.

Hans menjelaskan, pengumuman tersebut bukan keputusan final penurunan status pasar saham Indonesia, melainkan dimulainya proses konsultasi yang memberikan kesempatan bagi otoritas untuk membuktikan efektivitas reformasi pasar modal.

“Tidak Ada Penurunan Status (Downgrade) Seketika: Pengumuman ini bukan keputusannya turun kelas, melainkan mulainya proses diskusi formal (konsultasi) selama 6 bulan ke depan,” ujar Hans dalam keterangan yang diterima JawaPos.com, Jumat (16/10).

Hans menjelaskan, pengumuman tersebut bukan keputusan final penurunan status pasar saham Indonesia, melainkan dimulainya proses konsultasi yang memberikan kesempatan bagi otoritas untuk membuktikan efektivitas reformasi pasar modal.

Menurut dia, ukuran pasar modal Indonesia dan jumlah saham yang memenuhi kriteria Emerging Market menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan dalam menilai peluang perubahan klasifikasi tersebut.

Hans menilai, peluang Indonesia turun menjadi Frontier Market hampir tidak mungkin. Bahkan, dia memandang kemungkinan Indonesia beralih menjadi Standalone Market juga sangat kecil.

"Melihat ukuran pasar modal Indonesia dan jumlah saham yang memenuhi aturan Emerging Market, peluang Indonesia turun ke Frontier Market hampir tidak mungkin. Dan sangat tidak mungkin ke Standalone Market," ujarnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore