
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu (kiri) dalam paparan kinerja PT Bank Tabungan Negara (BTN) di Jakarta, Rau (27/8).
JawaPos.com - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) atau BTN sedang dalam proses menyampaikan usulan kepada Danantara Indonesia, dalam rangka untuk mendapatkan izin melakukan akuisisi terhadap perusahaan sektor asuransi pada 2026 ini.
"Oh kita memang masih ngusulin ke pemerintah dalam hal ini Danantara, untuk kita boleh mengakuisisi satu perusahaan yang asuransi terutama," ujar Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu saat ditemui seusai Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen Jakarta, Senin (26/1).
Terkait urgensi akuisisi perusahaan asuransi, Nixon menjelaskan bahwa saat ini dibutuhkan mortgage insurance (asuransi hipotek) yaitu jenis asuransi yang melindungi pemberi pinjaman (bank/kreditur) dari kerugian finansial apabila peminjam gagal bayar (default) cicilan rumah Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
"Karena memang kita butuh mortgage insurance hari ini. Karena kalau yang sekarang kan adanya asuransi kebendaan dan asuransi apa namanya jiwa gitu ya," ujar Nixon.
Namun demikian, pihaknya menginginkan untuk menciptakan perusahaan asuransi yang dapat menekan biaya premi bagi nasabah KPR, sehingga hadirnya akan memberikan perlindungan bagi bank/kreditur maupun nasabah/debitur KPR.
"Kita pengen tuh bisa di-package jadi satu semacam penjaminan kredit yang lebih murah nantinya preminya. Karena kalau preminya mahal kan kasihan KPR-nya. Itu aja sih," ujar Nixon.
Terkait rencana akuisisi ini, Ia menjelaskan baru masuk tahap Rencana Bisnis Bank (RBB) perseroan, dan tengah meminta kesediaan waktu dari Danantara untuk dapat mendengarkan usulan mereka.
"Kita baru masukin RBB, tapi belum presentasi, lagi minta waktu Danantara," ujar Nixon. Dia memastikan bahwa pelaksanaan akuisisi perusahaan asuransi tersebut ditargetkan pada tahun ini, sebagaimana rencana bisnis perseroan.
Pada tahun 2026, BTN telah menyiapkan sejumlah aksi korporasi, diantaranya berencana mendirikan anak usaha di sektor asuransi umum dengan kebutuhan modal senilai Rp 250 miliar, yang ditargetkan terealisasi pada semester II 2026. Kemudian, mendirikan anak usaha di sektor perusahaan pembiayaan (multifinance) dengan nilai investasi sekitar Rp 3-5 triliun, dengan target dapat terealisasi pada semester II 2026
Selain mendirikan anak usaha, BTN berencana memperkuat permodalan dengan nilai mencapai Rp 2 triliun, yang rencananya direalisasikan pada semester II 2026. Kemudian, melakukan penerbitan Bonds atau Wholesale Funding dengan nilai mencapai Rp 4 triliun, yang dilaksanakan secara bertahap pada semester I hingga semester II 2026.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Kronologi Kecelakaan Maut BYD M6 di Kembangan Jakbar, Ibu dan Anak Meninggal di TKP
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Bournemouth vs Lincoln City di Carabao Cup: The Cherries Menang Lewat Adu Penalti
Kasus Keracunan MBG Berastagi Sisakan Masalah Serius, Siswa Alami Gangguan Saraf hingga Jantung
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor AEK Athens vs LASK Linz di Liga Champions: Tuan Rumah Pesta Gol!
Raditya Dika Gagal Pulang ke Indonesia, Pesawat dari Doha Putar Balik Usai 4 Jam di Udara
