
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani saat konferensi pers capaian investasi Kuartal IV-2025 di Jakarta, Kamis (15/1) -- (Dok. Nurul F/JawaPos.com)
JawaPos.com - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan bahwa realisasi investasi pada Kuartal IV-2025 telah mencapai Rp 496,9 triliun. Angka tersebut tercatat meningkat 9,7 persen secara tahunan (yoy) dibandingkan dengan realisasi pada Kuartal IV-2024.
Rosan menyebut, realisasi investasi pada Kuartal IV-2025 ini telah berkontribusi sebanyak 26,1 persen dari target keseluruhan di sepanjang tahun 2025 yang ditetapkan sebesar Rp 1.905,6 triliun.
"Di dalam Kuartal IV-2025 ini terjadi penguatan yang sangat baik, kurang lebih total realisasi investasi adalah Rp 496,9 triliun. Kalau kita lihat (yoy) peningkatan 9,7 persen, sehingga ini merefleksikan 26,1 persen dari target," kata Rosan dalam konferensi pers capaian realisasi investasi di Jakarta, Kamis (15/1).
Lebih lanjut, ia membeberkan bahwa realisasi investasi pada Kuartal IV-2025 ini telah menyerap tenaga kerja mencapai 754.186 orang. Angka tersebut tercatat meningkat 29,8 persen (yoy).
Dilihat dari asal investornya, Rosan menyebut antara Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) selisihnya tidak terlalu jauh. Dalam hal ini, PMA pada Kuartal IV-2025 tercatat Rp 256,3 triliun dan PMDN tercatat Rp 240,6 triliun.
"Sebetulnya kalau kita lihat, perbedaannya tidak terlalu banyak. Tetapi kita lihat PMA-nya ini Rp 256,3 triliun dan PMDN-nya Rp 240,6 triliun. Ini kembali lagi peningkatan 4,3 persen dari tahun sebelumnya dan untuk PMDN-nya meningkat 16,2 persen dari tahun sebelumnya," bebernya.
Rosan menyebut ada lima daerah di tanah air yang realisasi investasinya tinggi. Meliputi, Jawa Barat sebesar Rp 78,7 triliun atau setara 15,8 persen kontribusinya terhadap total investasi di Kuartal IV-2025.
Lalu, disusul oleh Jakarta sebesar Rp 66,8 triliun, Jawa Timur Rp 40 triliun, Banten sebesar Rp 38,6 triliun, dan Sulawesi Tengah sebesar Rp 29,6 triliun.
Dari sisi PMA, paling banyak investor asing mengucurkan modalnya ke lima wilayah terdiri dari Jawa barat senilai USD 3 miliar, Sulawesi Tengah USD 1,7 miliar, Maluku Utara USD 1,7 miliar, DKI Jakarta USD 1,4 miliar, dan Banten USD 1,2 miliar.
"Sedangkan untuk investor dalam negeri atau PMDN paling banyak modal dikucurkan di wilayah Jakarta sebesar Rp 44,1 triliun, Jawa Barat Rp 30,6 triliun, Jawa Timur Rp 29,2 triliun, Banten Rp 19,3 triliun, dan Kalimantan Timur Rp 15 triliun," tukasnya.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
