
Perusahaan pembiayaan tingkat loyalitas ke konsumen sebagai strategi di tengah ketatnya persaingan. (Istimewa)
JawaPos.com - Industri pembiayaan diproyeksikan menghadapi tekanan lebih berat pada 2026 mendatang seiring melemahnya daya beli masyarakat dan meningkatnya persaingan antarperusahaan multifinance.
Penjualan kendaraan baru yang melambat dan kenaikan biaya dana membuat perusahaan pembiayaan harus mencari cara baru untuk menjaga kualitas portofolio sekaligus mempertahankan konsumen yang sudah ada.
Diketahui, dalam beberapa kuartal terakhir, daya beli masyarakat tercatat menurun akibat tekanan inflasi pada kebutuhan pokok dan penyesuaian suku bunga kredit.
Situasi tersebut berdampak langsung pada sektor pembiayaan konsumtif, terutama untuk kendaraan roda dua dan roda empat yang selama ini menjadi tulang punggung industri multifinance.
Dengan kompetisi yang semakin ketat, perusahaan dituntut tidak hanya agresif mendatangkan nasabah baru, tetapi juga mempertahankan pelanggan dengan kinerja pembayaran yang baik.
Persaingan yang semakin sengit antarperusahaan pembiayaan, baik dari pemain konvensional maupun entitas digital, membuat biaya akuisisi nasabah meningkat.
Karena itu, retensi pelanggan menjadi strategi yang semakin diprioritaskan. Banyak perusahaan mulai berfokus pada upaya menjaga konsumen berkualitas daripada mendorong ekspansi agresif yang berisiko meningkatkan kredit bermasalah (NPL).
Kondisi ini mendorong perusahaan seperti PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) memperkuat strategi retensi melalui program-program loyalitas yang terukur.
WOM Finance menjadi salah satu yang memperkuat pendekatan ini melalui program loyalitas tahunan.
Di tengah tekanan ekonomi tersebut, WOM Finance meluncurkan program retensi nasabah sebagai bagian dari strategi perusahaan mempertahankan nasabah dan memperkuat hubungan jangka panjang.
Program retensi ini diposisikan bukan sekadar gimmick pemasaran, melainkan bagian dari upaya menjaga stabilitas portofolio pembiayaan perusahaan selama periode ketidakpastian ekonomi.
Wibowo, Direktur Marketing WOM Finance, menegaskan pentingnya hubungan jangka panjang dengan konsumen sebagai fondasi pertumbuhan bisnis.
“Harapannya, program ini dapat terus memperkuat hubungan baik dengan pelanggan, sehingga konsumen semakin menunjukkan loyalitasnya untuk terus menjadi bagian dari keluarga besar WOM Finance. WOM Finance percaya bahwa hubungan yang terjalin baik antara perusahaan dan pelanggan merupakan fondasi penting dalam menciptakan pertumbuhan berkelanjutan,” ujar dia melalui keterangannya.
Program yang disebut sebagai Wombastis 2025 berlangsung dari 1 Juli 2025 hingga 31 Mei 2026, terbuka bagi seluruh pemohon pembiayaan baru maupun yang melakukan pembiayaan kembali (repeat order).
Syarat utama peserta adalah memiliki status pembayaran lancar dan memastikan data serta kontrak pembiayaan telah diverifikasi melalui aplikasi Kawan sebelum penarikan data peserta pada Juni 2026.

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
