Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 25 Februari 2026 | 17.07 WIB

WOM Finance Bukukan Pembiayaan Baru Sebesar Rp 5,94 triliun di 2025, Catatkan Rasio NPL 2,17 Persen

Ilustrasi pekerja melakukan pengecekan akhir motor listrik sebelum dipasarkan. (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com - Rasio pembiayaan bermasalah atau Non-Performing Financing (NPF) menjadi isu paling krusial di industri multifinance sepanjang 2025. Di tengah tekanan daya beli, fluktuasi ekonomi, serta kompetisi penyaluran kredit yang agresif, kualitas pembiayaan menjadi taruhan utama keberlanjutan bisnis perusahaan pembiayaan.

Di tengah tantangan tersebut, PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) melaporkan rasio NPF gross sebesar 2,17 persen dan NPF net 0,95 persen pada akhir 2025.

Presiden Direktur WOM Finance, Djaja Suryanto Sutandar, menyatakan bahwa disiplin manajemen risiko menjadi kunci menjaga stabilitas perusahaan di tengah tekanan industri.

“Pengelolaan risiko yang disiplin serta penerapan strategi bisnis yang tepat menjadi faktor utama dalam mendukung pertumbuhan Perusahaan. Capaian ini menjadi fondasi yang kuat untuk melanjutkan pertumbuhan berkelanjutan di tahun-tahun berikutnya,” ujar dia melalui keterangannya.

Meski fokus pada pengendalian risiko, WOM Finance tetap mencatatkan pertumbuhan pembiayaan. Sepanjang 2025, realisasi pembiayaan baru mencapai Rp 5,94 triliun atau meningkat 9,35 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Secara fundamental, total aset perusahaan tercatat Rp 7,37 triliun atau tumbuh 6,08 persen secara tahunan. Total ekuitas mencapai Rp 1,98 triliun, naik 4,81 persen. Laba bersih yang dibukukan sebesar Rp 142,55 miliar dengan Return on Assets (ROA) 2,41 persen dan Return on Equity (ROE) 7,45 persen.

Di tengah tekanan NPF dan tantangan likuiditas, struktur pendanaan juga diperkuat. Direktur Keuangan WOM Finance, Cincin Lisa Hadi, menyampaikan bahwa perseroan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan V Tahap II Tahun 2025 senilai Rp 1,50 triliun melalui skema Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB).

Selain itu, perusahaan memperoleh tambahan fasilitas pinjaman kredit dari perbankan sebesar Rp 1,65 triliun.

Ke depan, industri multifinance diperkirakan masih menghadapi tantangan kualitas kredit, terutama jika tekanan ekonomi berlanjut.

Dalam lanskap persaingan yang makin ketat, kemampuan menjaga NPF tetap terkendali tanpa mengorbankan pertumbuhan akan menjadi indikator utama daya tahan dan kredibilitas perusahaan pembiayaan.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore