
lustrasi penerimaan gaji (Freepik)
JawaPos.com - Setiap awal bulan sering kali terasa menyenangkan, gaji baru saja masuk, dompet terasa penuh, dan semangat untuk memenuhi berbagai kebutuhan meningkat. Namun, tak jarang rasa senang itu hanya bertahan sesaat. Beberapa hari kemudian, saldo rekening tiba-tiba menipis, padahal bulan baru berjalan separuh jalan. Fenomena ini kerap terjadi karena banyak orang belum memahami pentingnya alokasi gaji yang terencana dan terukur.
Menurut sumber dari MSIG Life, salah satu strategi dasar dalam menjaga stabilitas keuangan adalah dengan membuat perencanaan pengeluaran sejak awal menerima gaji. Hal ini membantu agar penghasilan tidak habis tanpa arah dan tetap memiliki porsi untuk masa depan.
Selain itu, Sahabat Pegadaian juga menjelaskan bahwa kunci dari keseimbangan finansial bukan hanya tentang seberapa besar nominal gaji, tetapi bagaimana seseorang mengatur penggunaannya. Pengalokasian yang bijak akan mencegah stres finansial dan membantu seseorang mencapai tujuan hidup dengan lebih terencana.
Berikut 5 strategi alokasi pengeluaran dari gaji bulanan agar keuangan tetap stabil:
1. Mulai Mencatat Semua Kebutuhan dan Pengeluaran Rutin
Sebelum menentukan persentase alokasi, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencatat seluruh kebutuhan bulanan secara rinci. Mulai dari biaya makan, transportasi, tagihan, hingga pengeluaran kecil seperti kopi atau langganan aplikasi. Dengan memahami pola pengeluaran, anda bisa lebih mudah menentukan berapa persen dari gaji yang sebaiknya dialokasikan ke setiap pos kebutuhan.
2. Gunakan Rumus 40-30-20-10 sebagai Panduan Fleksibel
Bila skema standar terasa sulit diterapkan, gunakan rumus sederhana seperti 40% untuk kebutuhan hidup, 30% untuk cicilan, 20% untuk tabungan/investasi, dan 10% untuk dana darurat. Rumus ini memberi ruang gerak dan cocok bagi pekerja dengan penghasilan menengah ke bawah yang membutuhkan keseimbangan antara kebutuhan dan tabungan.
3. Membedakan Kebutuhan Utama dan Sekunder
Agar pengeluaran tidak membengkak, tetapkan skala prioritas seperti pangan, sandang, papan, pendidikan, kesehatan di urutan atas lalu hiburan atau keinginan lain setelahnya. Bila ada godaan membeli barang “trending”, tanyakan pada diri sendiri, apakah ini kebutuhan nyata atau hanya kesenangan sesaat?
4. Menyiapkan Dana Darurat sebagai Proteksi
Setelah kebutuhan pokok terpenuhi, penting untuk menyisihkan sebagian gaji ke dana darurat. minimal senilai 3–6 bulan biaya hidup. Dana ini akan menjadi penyelamat saat menghadapi hal tak terduga, seperti kehilangan pekerjaan, kecelakaan, atau kebutuhan medis mendesak.
5. Salurkan Kelebihan Dana ke Tabungan dan Investasi Terukur
Bila setelah alokasi pokok dan darurat masih ada sisa, jangan biarkan menganggur, alokasikan ke tabungan atau instrumen investasi berisiko moderat seperti emas, reksadana, atau deposito.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022