
Vice President divisi Energy Industries ABB untuk Asia Tenggara Abhinav Harikumar dalam media briefing di kawasan Menteng, Rabu (24/9). (Agas Putra Hartanto/Jawa Pos)
JawaPos.com - Transisi energi di Indonesia terus berkembang dengan cepat. Riset ABB menunjukkan 40 persen perusahaan sudah memenuhi lebih dari setengah kebutuhan energinya dari sumber terbarukan. Bahkan, mengalokasikan lebih dari 10 persen belanja modal alias capital expenditure (capex) untuk proyek transisi energi.
"Dalam Asia Pacific Energy Transition Readiness Index 2025, sebanyak 40 persen responden di Indonesia menyatakan perusahaan mereka telah mengadopsi lebih dari separuh kebutuhan energinya dari sumber terbarukan. Jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata regional yang hanya 25 persen," ucap Vice President divisi Energy Industries ABB untuk Asia Tenggara Abhinav Harikumar dalam media briefing di kawasan Menteng, Rabu (24/9).
Sebanyak 87 persen pelaku industri, lanjut dia, meyakini penggunaan energi terbarukan akan melonjak lebih dari 20 persen dalam lima tahun mendatang. Melampaui rata-rata regional yang berada di angka 77 persen. Sejalan dengan rancangan Undang-Undang Energi Baru dan Terbarukan (RUU EBT) yang memberikan pijakan regulatif jelas untuk memperluas kapasitas energi hijau di Indonesia.
Menurut Abhinav, Indonesia telah menunjukkan peningkatan pesat yang ditopang kebijakan nasional dan meningkatnya fokus pada digitalisasi. Sehingga mampu mengimplementasikan strategi otomatisasi, elektrifikasi, digitalisasi, dan keberlanjutan dengan baik.
"Kebijakan iklim yang kuat, investasi yang berdampak, serta optimisme terhadap teknologi inovatif seperti AI dan solusi otomatisasi menjadi faktor penggeraknya. Lebih jauh, kolaborasi lintas ekosistem, pengembangan keterampilan hijau, dan akselerasi digitalisasi akan semakin krusial," katanya.
ABB mencatat, sebanyak 86 persen perusahaan telah mengalokasikan lebih dari 10 persen capex mereka pada proyek transisi energi. Jauh di atas rata-rata regional di angka 73 persen. Artinya, investasi transisi tidak hanya prospektif, tetapi juga memperbesar skala energi terbarukan dalam mendorong percepatan transisi.
"Investasi finansial memegang peran penting dalam mempercepat transisi energi," ujarnya. Apalagi, ABB melihat peningkatan kebutuhan energi yang cukup signifikan di kawasan Asia Pasifik. Sehingga membuka peluang investasi teknologi dalam transisi energi yang lebih besar ke depannya.
Yang menarik, Indonesia memiliki rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL) yang disusun oleh PT PLN (Persero) yang memuat peta jalan pengembangan sistem kelistrikan nasional untuk jangka waktu sepuluh tahun. Seperti rencana pengadaan tenaga listrik, termasuk infrastruktur pembangkitan, transmisi, dan distribusi. Serta fokus pada pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT).
Mengingat, Indonesia memiliki kapasitas energi sekitar 100 gigawatt. Untuk kemudian akan ditambah sebanyak 76 gigawatt pada 2034. Yang mana 70 persen akan didapat dari sumber EBT.
Abhinav mengungkapkan, Indonesia kaya dengan EBT, misalnya energi panas bumi. Namun masalahnya, sumber itu jauh dari sistem untuk menyalurkannya ke masyarakat. Untuk itu memerlukan infrastruktur yang memadai.
"Saya pernah bertemu dengan PLN membahas rencana energi ini. Mereka ingin menginstal 48 ribu kilometer jalur transmisi untuk membantu pembangunan infrastruktur tersebut pada 2034. Ini merupakan suatu proyek yang sangat besar. Semuanya membutuhkan kolaborasi dan investasi yang cukup besar," bebernya.
Oleh karena itu Indonesia juga harus memberikan penawaran yang menarik. Sehingga akan menggaet investasi asing pada proyek-proyek transisi energi di dalam negeri.
"Ini adalah proyek sustainability plan yang jauh di depan dengan proyek-proyek regional. Indonesia sedikit di depan dalam hal ini," tandasnya.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
