Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 18 September 2025 | 00.06 WIB

OJK Lakukan Analisis Potensi Setiap Sektor, Bank Mandiri Optimalkan Kredit Berorientasi Ekspor dan Padat Karya

Kantor Pusat Bank Mandiri di kawasan SCBD, Jakarta. (Mandiri for Jawapos) - Image

Kantor Pusat Bank Mandiri di kawasan SCBD, Jakarta. (Mandiri for Jawapos)

JawaPoscom - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah melakukan diskusi dengan para direksi bank Himbara mengenai penggunaan injeksi dana pemerintah senilai Rp 200 triliun. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae mendorong agar dapat diimplementasikan secara efektif di lapangan.

"Bagaimana kita ingin memastikan bahwa niat baik pemerintah itu dapat diimplementasikan dengan baik. Kita juga harus melihat ke mana prioritas diarahkan, termasuk sektor-sektor yang sedang dalam masa pertumbuhan. Kita perlu mengidentifikasi mana yang harus didukung," kata Dian kepada Jawa Pos rapat internal bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di Gedung Cakti, Direktorat Jenderal Pajak, Selasa (16/9).

OJK juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara ketersediaan dana dan permintaan kredit dari sektor riil. Jangan sampai justru menimbulkan masalah seperti kredit macet. Memang, likuiditas perbankan saat ini cukup besar. Namun, permintaan kredit belum sepenuhnya mengikuti.

OJK mencermati perkembangan kredit korporasi yang mendominasi pertumbuhan kredit. Untuk itu, perlu analisis lebih lanjut mengenai potensi setiap sektor. Mana saja yang resilien ke depan dengan mempertimbangkan dinamika global. Termasuk dampak kebijakan tarif Amerika Serikat (AS) terhadap negara-negara mitra dagangnya.

"Kita analisa mana yang akan diuntungkan, mana yang tidak. Namun secara umum, pengenaan tarif terhadap Indonesia tidak terlalu mengkhawatirkan. Situasinya bisa dikatakan sudah mulai stabil," terang mantan kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) itu.

Terkait proyeksi pertumbuhan kredit tahun ini, OJK masih memegang target di kisaran 9-11 persen. Meski, saat ini tengah dilakukan evaluasi menyeluruh pasca injeksi dana pemerintah. Apalagi, biasanya di akhir tahun ada lonjakan aktivitas.

"Tapi kita juga sedang melakukan early prudential discussions dengan perbankan untuk melakukan assessment akhir. Apakah ada hambatan ekonomi dan bagaimana dampaknya," jelasnya.

Terpisah, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mendukung langkah pemerintah dalam memperkuat perekonomian nasional melalui penempatan dana saldo anggaran lebih (SAL) sebesar Rp 55 triliun. Yang merupakan bagian dari strategi untuk menjaga likuiditas perbankan tetap kuat, akselerasi pembiayaan sektor riil, dan menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Direktur Finance and Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini menyampaikan, tambahan likuiditas memberi ruang lebih besar bagi perseroan untuk menyalurkan kredit ke sektor-sektor prioritas pembangunan nasional.

"Dengan tambahan Rp55 triliun, kapasitas pembiayaan kami semakin kuat untuk menopang sektor-sektor produktif yang meningkatkan daya saing ekspor dan memperluas lapangan kerja, sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan," ujar Novita, Rabu (17/9).

Bank berlogo pita emas itu akan menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor strategis seperti perkebunan dan ketahanan pangan, hilirisasi SDA dan energi terbarukan, infrastruktur, dan layanan kesehatan. Selain itu, juga sektor manufaktur, kawasan industri, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Secara bank only, Bank Mandiri mencatat pencairan kredit untuk nasabah baru rata-rata Rp 24,63 triliun dari total Rp 45 triliun per bulan. Menunjukkan tingginya minat pembiayaan dan potensi pertumbuhan sektor riil di tengah dukungan kebijakan pemerintah.

Dengan demikian, total pembiayaan mencapai Rp 960,2 triliun ke sektor riil berorientasi ekspor dan padat karya. "Atau 71,88 persen dari total portofolio," ungkapnya.

Novita menegaskan, seluruh pembiayaan tetap dijalankan dengan prinsip kehati-hatian. Juga pelaporan transparan sesuai regulasi.

"Dengan dukungan Rp 55 triliun ini, kami optimistis dapat memperkuat fungsi intermediasi, memperbesar kapasitas pembiayaan, serta meningkatkan kontribusi terhadap proyek-proyek strategis nasional," pungkasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore