
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae. (YouTube OJK)
JawaPos.com – Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae memastikan kondisi perbankan tetap stabil dan tidak ada indikasi penarikan dana besar-besaran oleh nasabah
meskipun terjadi aksi demonstrasi yang berujung ricuh di sejumlah daerah beberapa waktu belakang.
“Hingga saat ini tidak terdapat indikasi penarikan dana deposan dalam jumlah yang besar dari sisi perbankan dan tidak ada gangguan signifikan juga pada ATM sebagai akibat aksi unjuk rasa yang terjadi,” kata Dian dalam keterangan resmi, Kamis (4/9).
Ia menjelaskan, dalam sepekan terakhir pergerakan dana nasabah, baik inflow maupun outflow, masih berjalan normal. Tidak ada kecenderungan penarikan dana yang signifikan.
“Dan pergerakan dana pihak ketiga juga masih tergolong wajar dan sesuai dengan siklus normal pada akhir dan awal bulan,” jelasnya.
Menurut Dian, OJK terus berkoordinasi dengan pelaku perbankan untuk memastikan layanan tetap optimal. Kemudian tentu saja senantiasa melakukan koordinasi dan komunikasi intensif dengan pelaku perbankan serta meminta bank untuk memantau dampak sosial politik dan memastikan layanan perbankan tetap optimal.
"Melalui beberapa channel ATM kemudian mobile banking serta kantor cabang yang masih beroperasi secara normal ataupun ada yang terbatas,” ujarnya.
OJK juga mengawasi ketat layanan perbankan, termasuk kantor cabang dan sistem teknologi informasi. OJK juga melakukan monitoring aktif terhadap layanan perbankan termasuk layanan kantor cabang dan network IT untuk menjamin tidak terdapat gangguan atas kondisi keamanan terkini.
Lebih lanjut, OJK turut memperkuat regulasi dan pengawasan untuk menjaga ketahanan sistem informasi, mencegah kejahatan keuangan, serta memperkuat pengendalian internal bank. Kemudian juga pencegahan tindakan kejahatan keuangan dan memperkuat pengendalian internal bank dalam rangka memitigasi potensi gangguan yang disebabkan oleh dinamika sosial politik terkini.
Dian menekankan, pemantauan likuiditas juga terus dilakukan untuk mengantisipasi potensi penarikan dana pihak ketiga jangka pendek. “Untuk memitigasi risiko likuiditas atas potensi penarikan DPK jangka pendek dan juga OJK dan perbankan juga melakukan pemantauan likuiditas yang lebih intens meliputi monitoring pergerakan DPK dan perkembangan rasio likuiditas masing-masing bank,” jelasnya.
Selain itu, OJK meminta perbankan aktif berkomunikasi dengan nasabah guna menjaga kepercayaan. “Perbankan juga diminta untuk menjalin komunikasi yang baik dengan nasabah dan mereka meminimalisir potensi penarikan dana dalam jumlah besar serta melakukan mitigasi terhadap risiko konsentrasi,” tutup Dian.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
