Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Agustus 2025 | 16.30 WIB

BTN Target Akuisisi 1 Juta Nasabah, Bakal Luncurkan Private Banking, Paylater, dan Auto-loan Tahun ini

Kantor Menara 2 BTN di Kuningan. (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Kantor Menara 2 BTN di Kuningan. (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Di tengah ketidakpastian ekonomi, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menargetkan akuisisi 1 juta nasabah baru tahun ini. Sejalan dengan strategi untuk memperkuat dana murah dan mengakselerasi penggunaan produk digital.

"Akusisi nasabah retail yang kita akan lakukan adalah memanfaatkan housing ecosystem kita. Yaitu, developer, notaris, agen broker juga. Ditambah juga debitur KPR," ucap Direktur Network and Retail Funding Rully Setiawan saat ditemui di bilangan Gatot Subroto, Rabu (6/8).

Saat ini total nasabah BTN sebanyak 6,5 juta. Dengan demikian, Rully berharap jumlah nasabah di akhir tahun bisa mencapai 7,5 juta. "Memasuki Agustus ini, masih ada semester kedua, masih ada sekitar lima bulan ke depan, ini kami kejar (target 1 juta nasabah baru)," imbuhnya.

Bank spesialis perumahan itu juga terus menggenjot keterhubungan nasabah dengan Bale by BTN. Hingga Juli 2025, sebanyak 2,8 juta rekening sudah tersambung dengan Bale by BTN. Sehingga memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi.

Hingga akhir Mei 2025, dana pihak ketiga (DPK) segmen retail BTN mencapai Rp 65,65 triliun, atau sekitar 93,5 persen dari target semester berjalan. Masih didominasi tabungan institusi. Sementara pertumbuhan dana ritel individu, terutama dari tabungan transaksional, memiliki ruang yang besar untuk peningkatan.

Rully menjelaskan, komposisi dana murah alias current account saving account (CASA) terhadap DPK saat ini mencapai 51 persen. Yang terdiri dari tabungan dan giro. Dia berharap bisa mencapai 55 persen di akhir tahun ini.

"Target dana ritel atau nasabah perorangan itu sekitar Rp 3 triliun per bulan, belum termasuk dari UMKM. Tren itu sudah terlihat sejak Juli 2025 dan diharapkan pertumbuhannya konsisten. Secara keseluruhan, kami menargetkan pertumbuhan DPK sekitar 2 persen di atas pertumbuhan kredit," terang Rully.

Menurut dia, penguatan dana murah dilakukan secara terukur dan berbasis eksekusi di lapangan. Dengan memusatkan seluruh pengelolaan tabungan, giro, dan deposito ke dalam divisi khusus untuk pendanaan ritel. Dengan begitu, dapat memperkuat fokus pada penghimpunan dana murah yang berkelanjutan melalui produk-produk transaksional yang efisien dari sisi biaya dana (cost of fund).

BTN juga akan meluncurkan private banking, paylater, sampai auto loan di 2025. Bisnis private banking atau segmen teratas minimal rekening mulai dari Rp 15 miliar. Potensinya yang masih sangat besar.

Mengedepankan strategi yang fokus pada pendekatan berbasis potensi wilayah, penguatan lini digital, dan produktivitas frontliner. Dengan demikian, dapat mendorong pertumbuhan dana murah yang lebih sehat dan berkelanjutan.

"Langkah ini bukan hanya soal pencapaian angka, tapi membangun struktur pendanaan yang kokoh dan efisien untuk menghadapi tantangan likuiditas dan dinamika industri perbankan hingga akhir tahun," terangnya.

Untuk paylater, Rully melihat potensi besar dari nasabah-nasabah yang cenderung berorientasi dengan gaya hidup dan pengalaman. "Jadi, saya mau beri segalanya, private banking tahun ini ada, paylater tahun ini ada, kartu kredit tahun ini ada, termasuk auto-loan, kita target tahun ini," ungkapnya.

Sedangkan auto loan, dia mengakui bisnis tersebut memang tengah lesu bagi dealer yang menjual ke customer. Hanya saja, auto-loan justru lebih moncer ketika bank menawarkan langsung ke customer. Tentu dengan catatan memenuhi syarat dan layak untuk membeli mobil.

"Jadi, ada kalangan sebetulnya yang nggak terlalu terdampak sama ekonomi. Itulah target marketnya," ujarnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore