
Karyawan berada di dekat layar pegerrakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (25/6/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Pasar saham akhir pekan lalu ditutup di level 7.537 atau melemah kurang lebih 0,08 persen dibandingkan pekan sebelumnya. Di masa pelemahan IHSG minggu lalu investor asing tercatat melakukan penjualan (outflow) mencapai Rp 16,4 triliun di pasar reguler.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan menyampaikan secara teknikal Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat ini sudah menembus area psikologis 7.000 yang menandakan optimisme pelaku pasar. Meskipun begitu investor juga tetap harus waspada karena kondisi saat ini IHSG cenderung overbought dengan kenaikan 8 persen di bulan Juli.
"Meski demikian, IHSG tetap menunjukkan ketangguhannya di tengah ketidakpastian global. Indeks ini sempat menguji level resistansi penting, namun berhasil bertahan di atas level MA20. Ini menandakan bahwa optimisme para investor masih kuat," kata David dalam keterangannya, Senin (4/8).
Lebih lanjut, dia membeberkan pelemahan IHSG pada pekan lalu dipengaruhi sejumlah sentimen dari global dan domestik. Dari global ada harga komoditas seperti minyak mentah, nikel, dan batu bara yang mengalami tekanan dalam beberapa pekan terakhir.
Adapun nikel jatuh akibat over supply dan rendahnya permintaan dari China. Minyak mentah sempat turun karena data cadangan dan produksi AS naik.
Selanjutnya ada sentimen ekspektasi suku bunga The Fed, dimana meskipun The Fed memutuskan untuk menahan suku bunga, tetapi data inflasi AS terbaru menunjukkan tren moderat, mendorong ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan mulai memangkas suku bunga di kuartal IV-2025.
"Sementara itu dari domestik ada sentimen sektor palm oil, dimana ekspor kelapa sawit Indonesia ke India diproyeksikan kembali melewati 5 juta ton pada 2025, seiring turunnya tarif impor India menjadi 10 persen dari sebelumnya 20 persen, memperbesar peluang pasar baru bagi emiten sawit nasional," jelasnya.
Sementara itu, berbicara tentang potensi market pada pekan ini 4-8 Agustus 2025, David menegaskan in general beberapa sektor besar, seperti perbankan mengalami perlambatan pertumbuhan laba, bahkan beberapa big banks mengalami penurunan. "Hal ini menunjukkan adanya slow economic growth, meski masih akan banyak perusahaan yang melaporkan laporan keuangannya," pungkasnya.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
