Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 30 Juni 2026 | 05.26 WIB

Revolusi AI dalam Investasi Pasar Modal, Ungkap Rahasianya!

Ilustrasi AI jadi investor modal. (Istimewa) - Image

Ilustrasi AI jadi investor modal. (Istimewa)

JawaPos.com - Selama lebih dari tiga dekade, industri pasar modal Indonesia terjebak dalam paradigma yang sama, di mana sekuritas berlomba-lomba menyajikan data dan indikator manual mentah.

Investor ritel dibombardir oleh grafik rumit, ringkasan broker, arus dana asing dan laporan keuangan tanpa tahu cara menyatukannya yang selama ini menjadi domain eksklusif dan monopoli para Fund Manager, Equity Analyst, Hedge Fund, dan Smart Money.

Paradigma tersebut didobrak dengan inovasi Artificial Intellengent (AI) atau trading assistant untuk membantu investor menganalisis pasar, mengurangi beban analisis manual, dan mengambil keputusan investasi secara lebih cepat dan objektif.

Menggunakan algoritma matematis kompleks, market intelligence, dan kecerdasan buatan, fitur ini mengeksekusi proses sintesis data untuk menghasilkan kesimpulan investasi yang tajam dengan akurasi dan presisi tinggi.

Menurut President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Moleonoto The dalam keterangannya, Senin (29/6) bahwa ketika teknologi analytics lain berhenti hanya menjadi tumpukan data, AI IPOT bertindak sebagai AI trading assistant yang mengubah jutaan data pasar menjadi keputusan trading yang lebih tajam, presisi, dan objektif.

"Kami melakukan lompatan besar (outleap) melampaui era trading data manual. Senjata analisis tercanggih yang dulunya hanya diakses oleh institusi raksasa, kini kami serahkan sepenuhnya ke tangan investor ritel Indonesia," ujarnya.

Pertanyaannya kini adalah bagaimana mengintegrasikan data valuasi, fundamental, technical, foreign flow, broker aggressiveness, smart money activity, akumulasi, distribusi, liquidity, hingga perilaku pelaku pasar untuk kemudian menghasilkan sebuah sintesis kesimpulan investasi yang tajam?

Menurut Moleonoto, selama ini jawaban atas pertanyaan tersebut hanya tersedia di meja kerja fund manager dan institutional analyst. Pihaknya mendorong investor ritel agar lebih mudah memahami.

“AI Analytics dan Trade Flow bukan sekadar peluncuran fitur. Ini adalah Democratization of Institutional Intelligence,” ungkapnya.

Ia pun merinci AI Decision Engine IPOT merupakan hasil pengembangan proprietary mathematical algorithms, machine learning, predictive analytics, behavioral finance modeling, serta institutional investment framework yang selama bertahun-tahun digunakan untuk kebutuhan institutional investment analysis.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore