Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 20 Juni 2026 | 19.03 WIB

MSCI Pertahankan Indonesia di Emerging Market, Ekonom: Bukan Sentimen Positif Baru

Karyawan berada di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Karyawan berada di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Sejumlah ekonom menilai keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menempatkan Indonesia dalam kategori emerging market bukanlah sentimen positif baru. Ekonom Center of Reform on Economic (Core) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, mengatakan, keputusan terbaru MSCI merupakan sebuah keberhasilan indonesia dalam menghindari risiko penurunan status ke Frontier Market.

"Keputusan MSCI yang tetap menempatkan Indonesia dalam kategori Emerging Market menurut saya bukan sentimen positif baru," ujar Yusuf kepada JawaPos.com, Sabtu (20/6).

Yusuf mengatakan, dalam laporanya MSCI masih menyoroti aspek Information Flow yang berkaitan dengan transparansi kepemilikan saham dan kualitas pembentukan harga di pasar. Dengan begitu maka keputusan tersebut lebih menghilangkan risiko negatif daripada menjadi katalis yang mampu mendorong penguatan aset Indonesia.

"Ini juga menunjukkan bahwa perhatian investor kini tidak hanya tertuju pada inflasi, pertumbuhan ekonomi, atau suku bunga, tetapi juga pada kualitas institusi dan integritas pasar modal," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti, mengatakan, jika dalam review atau rebalancing MSCI bobot saham emiten Indonesia meningkat atau ada penambahan saham baru, investor asing akan memborong saham tersebut, memicu capital inflow dan mendongkrak IHSG.

"Sebaliknya, jika ada penurunan bobot, hal ini memicu capital outflow (dana keluar) yang menekan pasar saham," ujarnya.

Ia mengatakan, keputusan dari review MSCI secara spesifik kerap menjadi salah satu motor penggerak utama naik atau turunnya kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI), terutama pada saham-saham blue chip yang memiliki market cap besar.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore