Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 Juli 2025 | 05.59 WIB

Pembiayaan Ultra Mikro Capai Rp 3,79 Triliun pada Semester I 2025, PIP Salurkan Rp 50,4 Triliun sejak 2017

ILUSTRASI. Usaha ultramikro mendapat dukungan pembiayaan dari PIP Kemenkeu. (istimewa) - Image

ILUSTRASI. Usaha ultramikro mendapat dukungan pembiayaan dari PIP Kemenkeu. (istimewa)

JawaPos.com - Pusat Investasi Pemerintah (PIP), yang merupakan Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan telah menyalurkan pembiayaan ultra mikro (UMi) mencapai Rp 50,4 triliun kepada 12,5 juta pemilik Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) se-Indonesia hingga 30 Juni 2025, sejak berdiri pada 2017 lalu.

Direktur Keuangan, Umum, dan Sistem Informasi PIP, Mas Soeharto mengatakan, untuk tahun berjalan, yakni Semester I 2025 total penyaluran pembiayaan ultra mikro telah mencapai Rp 3,79 triliun dengan total debitur sebanyak 745.653 orang, atau 50,7 persen dari target 1,47 juta.

Dari realisasi itu, Mas Soeharto menyebut ada sebanyak 107 penyalur Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) dengan jangkauan sebanyak 510 kabupaten/kota dari 514 kabupaten/kota di Indonesia.

"Total penyaluran pembiayaan sudah Rp 50 triliun lebih. Total debitur seluruh Indonesia itu 12,5 juta. Nah, jumlah penyalur kita yang aktif cukup banyak, seratusan, cuma yang aktif sekitar 60-an, karena yang sisanya tidak mengajukan lagi," kata Mas Soeharto dalam Media Briefing di Puncak Waringin, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (10/7).

Lebih lanjut, dia juga membeberkan dari debitur program UMi di PIP ini paling banyak diajukan oleh para perempuan yang persentasenya mencapai 96 persen, sedangkan laki-laki hanya 4 persen. Pembiayaan ini tercatat direalisasikan di seluruh Indonesia, salah satunya di wilayah Bali Nusa Tenggara yang realisasi pinjamannya mencapai Rp 2,8 triliun dengan total debitur sebanyak 707.122 pelaku UMKM.

"Untuk Bali Nusra itu 707.122 debitur, untuk di Nusranya sendiri, NTT sekitar 242.000 debitur dan untuk di Labuan Bajo sendiri itu Kabupaten Manggarai itu paling banyak 19.082 debitur," beber Mas Soeharto.

Lebih rinci, dalam paparannya, khusus di wilayah NTT, pembiayaan UMi paling banyak berada di Kabupaten Timor Tengah Selatan dengan jumlah debitur mencapai 19.878 orang. Kemudian di Kabupaten Manggarai, sebanyak 19.082 orang.

Di susul Kabupaten Flores Timur sebanyak 16.749 orang, Kabupaten Belu sebanyak 16.014 orang, dan Kabupaten Lembata sebanyak 15.415 orang. Adapun plafon pembiayaan paling banyak diambil, yaitu sebesar Rp 2,5 juta-Rp 5 juta dengan persentase mencapai 74,96 persen.

"Sedangkan tenor pembiayaan UMi yang diambil oleh masyarakat di wilayah NTT paling banyak 6-12 bulan, atau 85,12 persen," pungkasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore