
ILUSTRASI. Layar pergerakan IHSG di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (14/5/2025). IHSG ditutup menguat pada akhir perdagangan Rabu (14/5/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat di tengah pelaku pasar yang sedang menanti keputusan hasil negosiasi dagang Amerika Serikat (AS).
Mengutip data RTI Business, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini tembus di level 6.900, naik 0,52 persen atau 35,739 poin pada penutupan perdagangan hari ini.
Kemudian, volume transaksi di akhir perdagangan tercatat 14.826 saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 7.504 triliun. Adapun frekuensi transaksi tercatat 885.797 kali.
Pada akhir perdagangan sesi sebanyak 257 saham tercatat menguat 306 saham melemah, dan 226 saham tidak mengalami pergerakan alias stagnan.
Sebelumnya, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Imam Gunadi menegaskan IHSG diprediksi menguat setelah satu pekan terakhir mengalami koreksi sebesar -0,47 persen dengan outflow sebesar Rp2 triliun.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan bergerak bervariasi cenderung menguat pada pekan ini dengan support 6815 dan resistance 6970 di tengah penantian rilis hasil negosiasi AS dengan negara mitra dagang di tanggal 9 Juli nanti yang kemungkinan akan memberikan hasil positif.
"Kami melihat pasar saat ini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ada optimisme dari potensi meredanya perang dagang. Di sisi lain, ada risiko dari kebijakan utang dan suku bunga AS," kata Imam Gunadi dalam analisisnya.
"Bagi investor yang cermat, kondisi seperti inilah yang justru melahirkan peluang terbaik, terutama jika fokus pada sektor yang memiliki fundamental kuat dan katalis positif jangka panjang," tambahnya.
Lebih lanjut, Imam juga menjelaskan bahwa penurunan kinerja IHSG dipengaruhi oleh sentimen global dan juga domestik, seperti data PMI Manufaktur dari Tiongkok, AS dan Indonesia.
Di dalam negeri, ia membeberkan turunnya aktivitas manufaktur di Indonesia tidak terlepas dari kondisi ekonomi global yang masih dibayangi oleh ketidakpastian khususnya terkait kebijakan tarif Trump. "Para eksekutif juga kemungkinan masih menunggu hasil negosiasi di tanggal 9 Juli nanti sebelum bertindak apakah harus ekspansif atau harus defensif," bebernya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
