Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 April 2025 | 02.01 WIB

Masyarakat Berburu Aset Safe Haven di Tengah Kegamangan Ekonomi, Transaksi Emas di BSI Meroket

Petugas menunjukkan emas Antam di Butik Emas Logam Mulia PT. Aneka Tambang (Antam) di kantor pusat Jalan TB. Simatupang, Jakarta, Senin (14/4/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Investasi emas sedang naik daun di tengah kondisi ketidakpastian ekonomi global. Masyarakat mulai berburu aset safe haven untuk menjaga nilai asetnya. Momentum ini turut mengerek transaksi logam mulia PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI).

Kondisi tersebut didukung perkiraan harga emas yang masih terus meningkat dalam jangka menengah maupun panjang. Sejalan dengan dinamika perekonomian yang menantang.

Dalam jangka menengah, harga emas diproyeksi naik hingga USD 3.200 per troy ounce. Bahkan, menurut Goldman Sachs bisa mencapai USD 4.500 per troy ounce pada 2025.

"Lima tahun lalu harga emas masih sekitar Rp 1 juta per gram, sekarang sudah menyentuh Rp 1,9 juta. Ini menunjukkan bahwa tren kenaikan harga emas masih berlanjut," kata Plt. Direktur Utama BSI Bob T. Ananta di kantor pusat BSI, The Tower, Selasa (15/4). 

Menurut dia, tren ini berdampak positif terhadap kinerja portofolio emas BSI. Didukung layanan cicil emas yang memudahkan masyarakat untuk memiliki atau menambah aset logam mulia.

Melalui produk cicil emas, nasabah melakukan akad pembiayaan pembelian emas dengan harga saat ini. Yang kemudian bisa dicicil sesuai jangka waktu yang disepakati.

"Mereka yang membeli emas lewat cicilan, sudah bisa menikmati kenaikan harga emasnya. Ibaratnya dengan cicil emas nasabah membeli emas pada masa depan dengan harga sekarang," ujarnya. 

BSI juga memiliki layanan digital emas. Yakni jual beli dan titip emas melalui BYOND by BSI. Sehingga memungkinkan nasabah membeli emas kapan saja dan di mana saja dengan harga yang kompetitif dan murah. Karena bisa diperoleh mulai dari 0,1 gram. 

"Jadi tidak perlu antre untuk mendapatkan logam mulia. Belum lagi repot harus menyimpan fisiknya," tuturnya. 

Jika nasabah ingin menjual emasnya, nasabah akan mendapat penawaran gap harga jual dan beli yang tidak terlalu besar. Sementara, jika ingin mencetak emasnya, nasabah tinggal menghubungi kantor layanan terdekat. Proses cicil emas disiapkan BSI bagi nasabah secara mudah dan cepat dengan tenor 1-5 tahun. 

"Selain itu, emas fisik tersimpan aman dan diasuransikan selama masa pembiayaan.  Sehingga masyarakat mendapat manfaat investasi emas jangka panjang," ungkapnya. 

Sedangkan untuk layanan BSI Gadai Emas adalah fasilitas pembiayaan dengan jaminan berupa emas untuk memperoleh uang tunai dengan proses mudah dan cepat. Dengan keunggulan taksiran emas tinggi, biaya lebih murah, dapat melakukan perpanjangan juga Top Up melalui BYOND by BSI. Serta dapat melayani take over dari institusi gadai lain.

"Saat ini BSI juga menyosialisasikan emas sebagai instrumen investasi bagi yang mempersiapkan perjalanan ibadah haji dan umrah. Dengan masa tunggu yang relatif lama bagi calon jamaah Indonesia maka pemenuhan biaya penyelenggaraan ibadah haji dapat dipenuhi dengan cicilan emas," beber Bob.

Direktur Distribution and Sales BSI Anton Sukarna mengungkapkan bahwa tren investasi emas digital mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Peningkatan ini didorong oleh tingginya literasi masyarakat terhadap produk emas digital, kondisi pasar modal yang fluktuatif, serta kemudahan akses.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore