Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 19 Februari 2025 | 03.45 WIB

Mantan Menkeu Chatib Basri Sentil Kebijakan Moneter BI, Terlalu Didikte the Fed

Ekonom senior M. Chatib Basri dalam SMBC Indonesia Economic Outlook 2025, Selasa (18/2). (Agas Putra Hartanto/JawaPos) - Image

Ekonom senior M. Chatib Basri dalam SMBC Indonesia Economic Outlook 2025, Selasa (18/2). (Agas Putra Hartanto/JawaPos)

JawaPos.com - Kebijakan yang ditempuh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membuat ruang untuk memangkas suku bunga acuan The Federal Reserve (The Fed) semakin sempit. Indonesia membutuhkan reformasi struktural fiskal maupun moneter untuk mengejar pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Ekonom senior M. Chatib Basri menilai, kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) didikte oleh kebijakan The Fed. Karena implikasinya terhadap nilai tukar rupiah.

Ditambah, tren suku bunga tinggi dan rupiah yang terus melemah membuat ruang fiskal juga terbatas. "Maka satu-satunya yang bisa dilakukan untuk mempertahankan growth atau mengejar growth yang lebih tinggi adalah structural reform," kata Chatib dalam SMBC Indonesia Economic Outlook 2025, Selasa (18/2).

Namun, dia melihat ada peluang besar bagi Indonesia dalam situasi ini. Terutama terkait dengan relokasi produksi akibat perang dagang AS dan Tiongkok.

Banyak negara yang sebelumnya bergantung pada basis produksi di Tiongkok, harus memindahkan tempat produksi mereka untuk mendapatkan akses pasar AS. "Apakah akan lari ke Vietnam? Jawabannya ya," imbuhnya.

Hanya saja, yang perlu menjadi perhatian, Vietnam memiliki surplus perdagangan yang besar dengan AS. Jumlahnya sekitar USD 118 miliar.

Artinya, negara tersebut kemungkinan akan menjadi target jika Trump menaikkan tarif pada negara dengan surplus besar. "Kalau Vietnam dikenakan 10 persen maka relokasinya akan bisa pindah ke Indonesia yang memiliki surplus perdagangan USD 19 miliar," imbuh anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN).

Dengan memanfaatkan peluang ini, Indonesia dapat menarik investasi dan meningkatkan basis produksinya.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore