
Presiden AS Donald Trump (The Guardian)
JawaPos.com - Senator Demokrat Amerika Serikat (AS) Chris Murphy menilai Presiden Donald Trump telah kalah dalam perang melawan Iran. Menurutnya, berlanjutnya operasi militer justru membuat posisi AS semakin lemah, sementara Iran semakin kuat.
Pernyataan itu disampaikan Murphy dalam wawancara dengan NBC pada Minggu. Ia bahkan mengatakan bersedia mendukung kesepakatan yang dianggap buruk, sekalipun jika langkah tersebut dapat mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz.
"Amerika lebih lemah. Iran lebih kuat," kata Murphy, menggambarkan kondisi AS setelah berbulan-bulan terlibat dalam konflik dengan Iran.
Menurut Murphy, penghentian perang menjadi semakin mendesak karena setiap hari tambahan operasi militer akan meningkatkan beban yang harus ditanggung Amerika. Ia juga menyoroti dampaknya terhadap masyarakat AS, terutama kenaikan harga.
“The war needs to end because every day that the war continues, America gets weaker, Iran gets stronger, and people here in the United States get screwed as prices go up and up and up,” ujarnya dilansir dari YeniSafak.
Murphy menilai kelanjutan operasi militer tidak menghasilkan keuntungan strategis yang sepadan bagi Washington. Sebaliknya, konflik yang berkepanjangan justru memperkuat posisi tawar Tehran.
Ia mengatakan biaya untuk membuka kembali Selat Hormuz juga terus meningkat di tengah kebuntuan diplomasi. Selat tersebut merupakan jalur penting bagi pengiriman minyak global sehingga gangguan berkepanjangan berpotensi memperbesar tekanan terhadap harga energi dan ekonomi.
Murphy karena itu mendesak pemerintahan Trump mengakhiri konflik, meski konsekuensinya harus menerima kesepakatan yang tidak ideal bagi AS.
Murphy juga menyatakan akan menolak pendanaan tambahan untuk melanjutkan perang. Namun, ia membedakan antara pembiayaan operasi militer yang sedang berlangsung dan kebutuhan untuk mengisi kembali persediaan amunisi AS setelah konflik berakhir.
Sikap tersebut menunjukkan bahwa Murphy tidak menolak penguatan kembali kemampuan militer Amerika secara keseluruhan, tetapi menentang pengeluaran tambahan untuk mempertahankan perang yang menurutnya semakin merugikan AS.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Israel vs Irlandia di UEFA Nations League: The Green Army Curi Kemenangan Tandang
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022