Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 1 Oktober 2023 | 20.26 WIB

Bursa Karbon Bikin Saham Emiten EBT Naik di Atas 30 Persen, Perhitungkan Time Frame

ISXCARBON: Presiden Joko Widodo telah meresmikan Bursa Karbon Indonesia pada Selasa (26/9). - Image

ISXCARBON: Presiden Joko Widodo telah meresmikan Bursa Karbon Indonesia pada Selasa (26/9).

Peluncuran Bursa Karbon Indonesia menimbulkan multiplier effect terhadap pasar modal. Menjadi katalis positif bagi saham emiten energi baru terbarukan (EBT). Termasuk emiten perbankan yang memberikan pembiayaan hijau.

---

PERUBAHAN iklim dunia tengah menjadi perhatian dunia. Polutan berupa karbon yang berlebih akibat aktivitas industri ditengarai sebagai salah satu biang keladi. Nah, perusahaan yang menghasilkan karbon melebihi ambang batas harus membeli kredit karbon ke perusahaan lain yang menghasilkan emisi lebih kecil.

’’Orang awam mengartikan kegiatan jual beli karbon. Biar yang menghasilkan karbon itu tanggung jawab untuk arahnya net zero emission Indonesia pada 2060. Sehingga iklim lebih baik,” kata Chief Executive Officer Jooara Gembong Suwito kepada Jawa Pos Jumat (29/9).

Regulasi sudah dibuat. Mulai Undang-Undang 4/2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), peraturan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) maupun Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui POJK 14/2023 tentang Perdagangan Karbon Melalui Bursa Karbon. Teknisnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai penyelenggara bursa karbon.

Dalam trading karbon itu, ada dua produk utama. Persetujuan teknis batas atas emisi pelaku usaha (PTBAE-PU) dan sertifikat pengurangan emisi gas rumah kaca (SPE-GRK). Keduanya merupakan bentuk efek seperti saham.

’’Makanya, yang harusnya membeli itu adalah perusahaan-perusahaan yang mengeluarkan karbon lebih dari batas. Saat ini fokus utama di PLTU batu bara. Tapi, ternyata yang beli itu juga BCA, Bank Mandiri, dan Pertamina juga masuk,” beber analis asal Surabaya tersebut.

Untuk investor ritel, lanjut dia, saat ini belum ada aturannya. Saat ini lebih ke business-to-business, emiten ke emiten. Aktivitas itu memunculkan sentimen terhadap emiten EBT. Sebab, mereka secara bisnis memproduksi karbon yang rendah.

’’Saham berbasis EBT, PGEO (Pertamina Geothermal Energy), KEEN (Kencana Energi Lestari), dan ARKO (Arkora Hydro) itu mengalami kenaikan yang cukup signifikan puluhan persen,” terang Gembong.

PGEO dengan energi panas bumi. KEEN yang memiliki pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Begitu pula ARKO yang merupakan perusahaan induk yang bergerak di bidang industri energi terbarukan mengoperasikan beberapa PLTA run-of-river skala kecil hingga menengah di daerah-daerah terpencil di wilayah Jawa Barat, Sulawesi Tengah, dan Lampung.

Rata-rata emiten EBT mengalami kenaikan harga di atas 30 persen. Bahkan, sentimennya terasa sejak aturan bursa karbon terbit. Atau, sebulan sebelum rilis bursa karbon pada 26 September 2023.

Misalnya, saham PGEO dari Rp 835 per 1 Agustus 2023 menjadi Rp 1.445 per lembar saham pada perdagangan akhir pekan ini. Naik 73 persen. ’’Karena sudah naik tinggi, ya koreksi sehat,” imbuhnya.

Melihat momen saat ini, Gembong meminta masyarakat tetap bijak berinvestasi. Harus memperhitungkan time frame investment, tujuan, dan manajemen risikonya. ’’Ini kan ibaratnya harga sudah terapresiasi. Rata-rata kenaikan sudah di atas 30 persen. Kalau level teknikal, itu sudah ibaratnya di pucuk gunung. Cek lagi seberapa lama kita tahan time frame-nya,” tuturnya.

Equity Analyst Sinarmas Sekuritas Inav Haria Chandra menyebutkan, PGEO bakal memiliki masa depan bisnis yang cerah. Potensi harganya dapat meroket hingga Rp 1.900 per lembar. Sejalan dengan sumber daya panas bumi Indonesia yang sangat besar dan inisiatif pemerintah untuk mengembangkan energi terbarukan.

’’PGEO akan mendapatkan keuntungan yang signifikan dengan perkiraan 3,4 gigawatt tambahan kapasitas terpasang dalam satu dekade mendatang,” ujar Inav.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore