
Photo
JawaPos.com - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) berinovasi melakukan transformasi digital, salah satunya melalui open banking strategy, yaitu dalam bentuk Application Programming Interfaces (API). Hal itu sejalan dengan perkembangan teknologi di era digital, yang menjadi suatu tuntutan dan kebutuhan bagi pebisnis.
Direktur BCA John Kosasih mengungkapkan, terhitung sejak diluncurkan pada 2017, API BCA sudah menembus lebih dari 1 miliar hit transaksi nasabah.
“API BCA, yang merupakan first mover di industri perbankan nasional, terus mendapat sambutan positif dari nasabah dan masyarakat, terutama dari pebisnis yang menggunakan platform digital seperti bisnis online, start-up, dan fintech,” ujarnya dalam keterangannya, Jumat (16/7).
Kosasih menjelaskan, pilar penting dalam transformasi digital yang dilakukan BCA adalah integrasi sistem layanan perbankan sesuai kebutuhan pebisnis, khususnya nasabah bisnis BCA. Integrasi sistem tersebut membentuk ekosistem digital yang berkesinambungan dan saling menguntungkan.
“Muara dari integrasi sistem melalui API BCA adalah layanan transaksi perbankan yang prima kepada segenap nasabah. Kami bersyukur API BCA terus mendapat sambutan yang positif dan tinggi dari nasabah dan masyarakat. Hal ini tentu saja menjadi tantangan tersendiri bagi BCA untuk meningkatkan layanan perbankan kepada masyarakat ke depan,” jelasnya.
API BCA merupakan solusi cash management yang memungkinkan nasabah bisnis untuk dapat mengintegrasikan aplikasinya dengan system perbankan BCA secara Host to Host dan real time. Sehingga nasabah bisnis dapat melakukan berbagai transaksi perbankan dengan lebih mudah, cepat, dan aman.
Ia menyebut, API BCA saat ini telah digunakan oleh lebih dari 2.500 nasabah bisnis. Banyak manfaat yang didapatkan nasabah dengan menggunakan API BCA, seperti kecepatan rekonsiliasi transaksi penerimaan pembayaran, otomasi dan simplifikasi proses transaksi bisnis.
“Contohnya bila nasabah memproses ribuan transaksi setiap harinya, maka akan sangat kesulitan jika rekonsiliasi dilakukan secara manual. Selain memakan waktu yang lama, proses rekonsiliasi manual juga membutuhkan banyak sumber daya. API BCA dapat membuat proses rekonsiliasi menjadi otomatis,” ucapnya.
Manfaat API BCA lainnya, lanjutnya, nasabah dapat mengetahui pembayaran yang dilakukan oleh pelanggan-pelanggannya dalam hitungan detik, sehingga proses transaksi menjadi jauh lebih cepat. Hal ini tentunya akan menghasilkan peluang bisnis yang semakin luas dan customer experience yang baik bagi pelanggan.
Selain itu, nasabah juga dapat melakukan efisiensi sumber daya yang dimiliki, sehingga dapat meningkatkan cost efficiency. Karyawan pun dapat dialihkan untuk hal-hal lain yang memberikan impact lebih baik untuk perusahaan.
"Meski pandemi Covid-19 melanda, BCA terus mengupayakan kerja sama API BCA yang sistematis dan strategis dengan beberapa mitra. Kerja sama ini membuat nasabah BCA dapat menikmati berbagai kemudahan, seperti pendaftaran fasilitas pembayaran melalui autodebet secara online. Proses registrasi autodebet online mempercepat layanan registrasi yang sebelumnya 7 hari menjadi real time, sehingga nasabah tidak perlu datang ke bank hanya untuk menyerahkan dokumen persyaratan," imbuhnya.
Di sisi lain, kata dia, BCA juga mengimplementasikan teknologi API di industri pasar modal Indonesia dengan mendukung perusahaan efek dalam memproses Know Your Customer (KYC) calon investor secara online dalam proses pembukaan Rekening Dana Nasabah. Dengan API BCA, perusahaan efek dapat melakukan verifikasi terhadap investor yang telah memiliki rekening BCA melalui API BCA secara real time.
“Ke depan, layanan digital akan semakin kompleks dan menjadi ujung tombak untuk berbagai tujuan. Kami senantiasa melakukan inovasi untuk menciptakan solusi yang dapat meningkatkan layanan perbankan BCA menjadi lebih mudah, lancar, dan aman bagi nasabah dan masyarakat,” pungkasnya.

Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Prediksi Skor Portugal vs Spanyol: Pasar Taruhan Dunia Jagokan La Furia Roja, Ronaldo Siap Balas Rekor Buruk
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Lionel Messi vs Mohamed Salah, Albiceleste Diunggulkan ke Perempat Final
Dijanjikan Gaji Rp 1,4 Juta Hanya Cair Rp 76 Ribu, Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Pilih Tutup
Prediksi Swiss vs Kolombia di 16 Besar Piala Dunia 2026: Sesumbar De Nati Andalkan Manzambi
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia: Bursa Taruhan Dunia Ramalkan Imbang, Red Devils Unggul Head to Head
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di 16 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Lionel Messi atau Mohamed Salah
