Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 16 Desember 2020 | 06.53 WIB

Saham BRIS Melesat 375 Poin Pascamerger Bank Syariah BUMN

Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (25/9/2020). IHSG kembali bangkit setelah empat hari berturut-turut berada di zona merah dengan ditutup menguat 103,03 poin atau 2,13 persen ke posisi 4.945,79. Fo - Image

Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (25/9/2020). IHSG kembali bangkit setelah empat hari berturut-turut berada di zona merah dengan ditutup menguat 103,03 poin atau 2,13 persen ke posisi 4.945,79. Fo

JawaPos.com - Tahapan merger tiga bank syariah BUMN mulai berjalan dan melejitkan saham PT Bank BRI Syariah (BRIS). Dalam penutupan perdagangan Senin (14/12), harga saham BRIS berada di level Rp 2.160 per lembar. Naik 375 poin atau 21,01 persen. Sebelum pengumuman merger pada 13 Oktober lalu, harga saham BRIS Rp 900 per lembar.

Ketua Project Management Office Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah BUMN Hery Gunardi mengatakan, bank hasil merger itu berstatus perusahaan terbuka. Bank gabungan dengan nama PT Bank Syariah Indonesia Tbk itu tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode BRIS.

Artinya, masyarakat mengapresiasi penggabungan tiga bank syariah pelat merah. Bukan tidak mungkin Bank Syariah Indonesia bakal naik kelas dari BUKU III ke IV seiring ketertarikan investor global dengan orientasi instrumen syariah.

"Hasilnya, pemegang saham akan mendapat benefit yang lebih banyak," kata Hery.

Sementara itu, sisanya sebanyak 4,4 persen bisa dimiliki publik dan 2 persen untuk Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) BRI-Saham Syariah. Struktur pemegang saham itu didasarkan pada perhitungan valuasi dari tiap bank peserta penggabungan.

Hery memastikan penggabungan bank syariah tidak akan membuat cabang-cabang ditutup atau memunculkan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK). Sebab, potensi syariah sangat besar. Banyak yang belum digarap.

"Makanya, tidak perlu rasionalisasi (menutup) cabang. Yang akan kami lakukan justru relokasi, menempatkan cabang di lokasi yang lebih baik dengan orang-orang (karyawan) yang tetap di sana," tegasnya.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan, ekonomi syariah merupakan motor baru penggerak perekonomian nasional.

https://www.youtube.com/watch?v=Or8yuOqZmno

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore