
Ilustrasi pita cukai (Dok.JawaPos.com)
JawaPos.com - Langkah pemerintah menangani Pandemi Covid-19 yang berdampak pada dunia usaha, termasuk pemberian sejumlah stimulus untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) diapresiasi Asosiasi Personal Vaporiser Indonesia (APVI). Pasalnya, pelaku industri rokok elektrik mayoritas merupakan UMKM yang juga terdampak akibat pandemi.
“Kami berterima kasih kepada pemerintah yang telah melakukan segala upaya dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19, termasuk pemberian stimulus yang bervariasi bagi UMKM yang terdampak,” ujar Ketua Asosiasi Personal Vaporiser Indonesia (APVI) Aryo Andrianto dalam keterangannya di Jakarta, Senin (20/7).
Industri rokok elektrik kini menjadi alternatif menyusul pemberikan izin Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan berupa Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC) kepada beberapa pengusaha cairan vape.
Lewat regulasi itu, produk vape resmi legal untuk beredar di Indonesia dan cairan vape yang digolongkan sebagai produk hasil pengolahan tembakau lainnya (HPTL) dikenakan cukai sebesar 57 persen.
Sebelumnya, DJBC merilis data jumlah penerimaan cukai dari kategori HPTL yang mencapai Rp426,6 miliar sepanjang 2019, dari total penerimaan cukai industri hasil tembakau (IHT) senilai Rp164,9 triliun, Meski tergolong baru, industri HPTL turut berkontribusi terhadap perekonomian negara. “Meski masih usaha rintisan, kami bangga bisa mengambil peran sebagai salah satu sumber pendapatan bagi negara.”
Dalam menyikapi dampak pandemi, Aryo menyatakan kesiapan APVI dalam mendukung upaya Pemerintah untuk memulihkan perekonomian nasional lewat industri HPTL. Selain kontribusi nyata bagi perekonomian nasional, usaha-usaha vape skala kecil ini pun telah membuka lapangan pekerjaan.
“Saat ini ada ribuan toko terdaftar menjadi anggota APVI dan mayoritas dari kami adalah industri rumahan yang memperkerjakan masyarakat sekitar. Walaupun anggota APVI adalah industri kecil, tapi kami optimis dapat memberikan kontribusi nyata lewat penyerapan tenaga kerja serta kontribusi cukai,” tegas Aryo.
Aryo menegaskan bahwa masa pandemi saat ini dapat dijadikan momentum bagi Pemerintah untuk menunjukkan dukungannya terhadap pertumbuhan industri HPTL. Dukungan pemerintah, sambungnya, dapat berupa regulasi khusus yang secara komprehensif mengatur industri ini dan membedakannya dari rokok.
Regulasi khusus tersebut mencakup pembatasan akses untuk anak usia di bawah 18 tahun, peringatan kesehatan yang berbeda dengan rokok, standardisasi produk, hingga perlindungan konsumen. Selain itu, juga diperlukan tarif cukai yang sesuai dengan profil dan risiko produk HPTL,
“Kami siap menjadi mitra pemerintah untuk merumuskan regulasi khusus HPTL. Kami yakin dengan adanya aturan khusus industri HPTL, hal ini akan memberi kepastian usaha bagi usaha kecil seperti kami, sekaligus dapat melindungi konsumen. Pada akhirnya, kami berharap regulasi tersebut mampu membuat industri ini bertahan dari dampak pandemi, dan ke depannya dapat berkembang pesat,” tutup Aryo.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=8nsWo411utk
https://www.youtube.com/watch?v=_PMiASOVyB8
https://www.youtube.com/watch?v=9xEZY2lXIF8

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
