
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya buka suara soal usulan kenaikan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) tahun 2026.
JawaPos.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara terbuka mengakui bahwa penerimaan negara sepanjang 2025 belum sesuai dengan target yang dipatok dalam APBN. Salah satu penyebab utamanya berasal dari penerimaan pajak yang masih berada di bawah ekspektasi.
“Pajak seperti yang Anda lihat sebelumnya berada di bawah target APBN. Kita tidak memungkiri itu,” ujar Purbaya dalam media briefing di Jakarta, dikutip Kamis (1/1).
Meski demikian, Purbaya belum membeberkan angka final penerimaan pajak tahun 2025. Data resmi baru akan diumumkan pekan depan bersamaan dengan konferensi pers APBN KiTA yang rencananya digelar pada Rabu (7/1).
Namun begitu, jika mengacu pada data sementara, hingga November 2025 penerimaan pajak baru mencapai Rp 1.634,43 triliun atau sekitar 74,65 persen dari target yang ditetapkan.
Di sisi lain Purbaya menyampaikan bahwa pemerintah secara sadar menahan sejumlah langkah penarikan pajak baru. Kebijakan tersebut diambil demi menjaga momentum pemulihan ekonomi yang sempat melambat di sebagian besar tahun lalu.
“Terus ada beberapa upaya penarikan pajak yang saya tunda sampai ekonominya bagus. Kan percuma kalau saya kerjakan juga, uangnya tidak masuk, malah memperburuk ekonomi,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti soal perlambatan ekonomi pada sembilan bulan pertama 2025 membuat penerimaan pajak meleset dari perkiraan awal. Dalam kondisi tersebut, pemerintah memilih bersikap hati-hati agar kebijakan fiskal tidak justru menekan dunia usaha dan daya beli masyarakat.
“Kita nggak memungkiri itu karena ekonominya jelek sembilan bulan pertama tahun ini. Jadi ada beberapa upaya penarikan pajak yang saya tunda sampai ekonominya bagus,” tutur Purbaya.
Purbaya menegaskan, pendekatan yang diambil Kementerian Keuangan bersifat counter-cyclical, yakni tidak menambah beban ekonomi di tengah proses pemulihan yang masih berjalan. Ia meyakini strategi tersebut akan membuahkan hasil dalam waktu dekat.
“Jadi kita lakukan kebijakan counter-cyclical, saya tidak membebani ekonomi secara berlebihan sehingga proses recovery yang baru terjadi bisa berjalan terus,” ujarnya.
Dengan berbagai indikator yang mulai membaik, Purbaya optimistis kondisi ekonomi nasional akan semakin jelas arahnya pada awal 2026. Bahkan, ia memproyeksikan akselerasi pemulihan mulai terasa sejak akhir Kuartal I-2026.
“Saya yakin akhir Kuartal I-2026 sudah akan lebih jelas bahwa ekonomi kita memang bergerak ke arah yang semakin cepat,” pungkasnya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Gratis di YouTube! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026: Momentum Garuda Kunci Tiket Semifinal!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Eks Wakil Kepala PPATK: Ada Pola 'Placement' untuk Hilangkan Jejak di Kasus Korupsi dan TPPU Febrie
5 Arti Burung Perkutut Bunyi di Malam Hari, Mitos atau Pertanda Gaib? Simak Maknanya Berikut
