
Taspen life
JawaPos.com - Era digitalisasi yang terus merambah berbagai sektor bisnis tidak ingin membuat PT Asuransi Jiwa Taspen (Taspen Life) ketinggalan zaman. Untuk itu, anak usaha BUMN ini bakal segera meluncurkan aplikasi My Taspen Life. Selain bagian dari upaya mengembangkan bisnis, aplikasi ini juga diharapkan dapat mempermudah akses nasabah.
Direktur Utama Taspen Life, Maryoso Sumaryono mengatakan, aplikasi ini rencananya bakal meluncur pada Maret mendatang. Menurut dia, kehadiran aplikasi ini lantaran pihaknya sadar bahwa ke depan, entry point dari produk asuransi bakal berperan di digitalisasi.
"Mudah-mudahan nanti Maret 2019 ini akan kami launch aplikasi my taspenlife. Nanti pembeli kita bisa masuk ke sana. Jadi aplikasi untuk ke marketing jadi satu paket aplikasi lengkap, digital process ada juga polis digital underwriting," ujarnya dalam konferensi pers di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (28/2).
Maryoso optimis kehadiran aplikasi My Taspen Life juga bakal semakin memberikan efisiensi kepada nasabah. Aplikasi ini bakal tersedia di gawai berbasis android maupun iOs.
"Misalnya pencetakan polis yang semula perlu 14-15 hari jadi 5-28 detik dan ini juga sudah comply aturan OJK. Digital materai juga kita sudah dapat ijin dari dirjen pajak. Sudah ada autoclame juga begitu majority jatuh tempo dia langsung dibayarkan. Kami juga gandeng Dukcapil untuk single identitiy dan memudahkan dalam identifikasi peserta," tuturnya.
Taspen Life itu sendiri pada 2018 lalu mencatat capaian positif. Pertumbuhan positif itu tercermin pada pendapatan premi perusahaan pada tahun 2018 yang berhasil mencapai Rp 528,12 miliar, meningkat sebesar 6,79 persen dari tahun sebelumnya yaitu Rp 494,53 miliar.
Perolehan hasil investasi pada tahun 2018 sebesar Rp 243,45 miliar meningkat 7,91 persen dari tahun sebelumnya yaitu Rp 225,60 miliar. Atas pertumbuhan pendapatan premi dan basil investasi tersebut, Taspen Life pada tahun 2018 berhasil mencatatkan total pendapatan sebesar Rp 738,45 miliar, meningkat 8,59 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 680,03 miliar.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
