Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 31 Agustus 2017 | 01.20 WIB

Belum Terpengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Skor Kesejahteraan Menurun

Chief Marketing Officer Benjamin Furneaux (kiri) bersama Direktur Cigna Indonesia Herlin Sutanto (kanan), Selasa (29/8) - Image

Chief Marketing Officer Benjamin Furneaux (kiri) bersama Direktur Cigna Indonesia Herlin Sutanto (kanan), Selasa (29/8)

JawaPos.com - Pertumbuhan ekonomi nasional di atas 5 persen ternyata tidak secara langsung memengaruhi kesejahteraan masyarakat Indonesia. Terbukti, Skor Kesejahteraan pada Desember 2016 turun signifikan dibanding 2015.  Terus meningkatnya biaya hidup menjadi beban berat masyarakat Indonesia.



“Saat survei tahun 2015, Skor Kesejahteran kita masih 66,5. Sementara hasil survei di Desember 2016 menunjukkan angkanya turun jadi 62,8. Ini menunjukkan kepercayaan diri masyarakat Indonesia dalam berbagai aspek menurun,” ujar Presiden Direktur Cigna Indonesia Herlin Sutanto dalam jumpa pers hasil Survei Skor Kesejahteraan 360°, kemarin (29/8).



Menurut Herlin, ini merupakan anomali karena disaat ekonomi nasional tumbuh, kebutuhan finansial masyarakat malah membengkak seiring naiknya biaya-biaya seperti untuk kesehatan, pendidikan dan lain-lain.”Ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia sedang khawatir terhadap kondisi keuangan mereka sendiri, atau untuk menjamin kesejahteraan keluarga mereka,” cetusnya.



Sebagai contoh, tahun 2015 lalu sebanyak 63 persen responden merasa yakin bisa menjamin kesehatan dan kesejahteraan anak-anak mereka. Saat ini jumlahnya turun hanya 44 persen. Selain itu, tahun 2015 ada 49 persen responden yang mengaku bisa menjamin kesehatan dan kesejahteraan orangutan mereka, saat ini jumlahnya turun menjadi hanya 32 persen.”Kita survei itu karena kesejahteraan juga terkait dengan anak dan orangtua mereka,” sebutnya.



Tingginya beban kerja dan aktivitas juga membuat masyarakat kehilangan waktu untuk diri mereka sendiri. Tercatat, hanya 37 persen masyarakat yang cukup tidur setiap malam-turun dari tahun sebelumnya yang sebanyak 48 persen. Lalu hanya 24 persen masyarakat Indonesia yang bisa berolahraga dengan teratur untuk menjaga kesehatan mereka.”Padahal olahraga dan tidur nyenyak adalah dua faktor penting agar hidup sehat,” ucapnya.



Meskipun memiliki tanggung jawab yang begitu besar bagi keluarga, namun banyak yang merasa tidak punya cukup waktu untuk orang-orang yang mereka cintai. Menurut hasil survei, hampir 90 persen responden merasa jam kerja mereka tidak wajar, dan hanya 2dari 10 responden yang memiliki hubungan baik dengan atasan.”Hanya 12 persen responden yang mengaku memiliki pekerjaan yang aman dan stabil secara ekonomi,” tegasnya.



CMO Cigna Indonesia Ben Fernaux menambahkan, survei ini dilakukan secara serentak pada Desember 2016 di 13 negara, melibatkan 14.000 responden dewasa. Untuk Indonesia, responden yang disurvei sebanyak 1.007 orang dengan latar belakang yang beragam dan mewakili jumlah populasi. “Dengan hasil survei kami melihat persepsi masyarakat Indonesia terhadap berbagai aspek kesejahteraan turun signifikan karena faktor finansial,” jelasnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore