Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 25 Januari 2017 | 15.23 WIB

Duh, Ternyata Literasi dan Inklusi Syariah Masih Rendah

Perbankan syariah masih menjadi lembaga jasa keuangan yang paling akrab dengan masyarakat - Image

Perbankan syariah masih menjadi lembaga jasa keuangan yang paling akrab dengan masyarakat

JawaPos.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kemarin (24/1) merilis hasil survei nasional literasi dan inklusi keuangan (SNLIK) 2016. Dari survei didapati tingkat literasi keuangan syariah di Indonesia sebesar 8,11 persen, sedangkan inklusinya sebesar 11,06 persen. 

Hal itu jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan literasi dan inklusi keuangan secara umum, yakni indeks literasi keuangan 29,66 persen dan indeks inklusi 67,82 persen. "Kami berharap syariah ini bisa ditingkatkan supaya tidak kalah dengan yang konvensional," kata Kusumaningtuti S. Soetiono, anggota dewan komisioner bidang edukasi dan perlindungan jasa konsumen OJK.

Meski demikian, perbankan syariah masih menjadi lembaga jasa keuangan yang paling akrab dengan masyarakat. Hal tersebut terlihat dari indeks literasinya yang paling tinggi, yakni 6,63 persen dengan indeks inklusi 9,61 persen. Sektor keuangan syariah dengan indeks paling rendah adalah pasar modal. Indeks literasinya hanya 0,02 persen, sedangkan inklusinya 0,01 persen.

Daerah yang paling tinggi tingkat literasi keuangan syariahnya adalah Jawa Timur, yakni 29,35 persen. Namun, tingkat inklusinya hanya 12,21 persen sehingga penggunaan produk jasa keuangan syariah di Jatim masih kalah dari Aceh yang tingkat inklusinya sebesar 41,45 persen. (rin/c25/noe) 

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore