Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 12 September 2025 | 01.55 WIB

Rupiah Menguat Tipis ke Level Rp 16.461 Per Dolar AS Usai Pemerintah Bersiap Tarik Dana di BI Senilai Rp 200 Triliun

Ilustrasi rupiah melenah terhadap dollar Amerika Serikat. (Dok. JawaPos.com) - Image

Ilustrasi rupiah melenah terhadap dollar Amerika Serikat. (Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com - Nilai tukar rupiah tercatat menguat tipis usai pemerintah bersiap menarik dana simpanan di Bank Indonesia (BI) senilai Rp 200 triliun untuk dikucurkan ke sejumlah perbankan di tanah air.

Pengamat Pasar Uang Ibrahim Assuaibi menyampaikan pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup menguat tipis 8 point Rp 16.461 per dolar Amerika Serikat. Dari sebelumnya melemah 4 point di level Rp 16.469.

"Pemerintah bersiap menarik dana simpanan dari Bank Indonesia senilai Rp 200 triliun untuk dialihkan ke sektor perbankan. Hal ini dilakukan guna mengatasi kekeringan likuiditas yang belakangan menjadi perhatian pelaku industri, sekaligus mempercepat penyaluran kredit ke sektor riil agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga," kata Ibrahim dalam analisisnya, Kamis (11/9).

Lebih lanjut, Ibrahim membeberkan bahwa kebijakan tersebut dipilih pemerintah sebagai bagian untuk mempercepat perputaran uang. Pasalnya, dengan likuiditas tambahan, bank-bank diharapkan mampu menyalurkan kredit produktif yang dapat mendorong konsumsi, investasi, serta mendukung program-program prioritas pemerintah. 

Meski begitu, pemerintah masih menyiapkan aturan teknis terkait bank mana saja yang akan menerima aliran dana ini. Regulasi menjadi kunci agar penempatan dana benar-benar efektif mendorong kredit, bukan sekadar menambah dana murah bagi perbankan. 

"Dengan penempatan dana langsung di perbankan, pemerintah berharap bank memiliki ruang lebih besar untuk menyalurkan kredit ke sektor-sektor produktif, mulai dari usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) hingga proyek-proyek strategis," jelas Ibrahim.

"Skema ini diyakini dapat mempercepat pemulihan dan penguatan ekonomi, terutama di tengah kebutuhan likuiditas yang tinggi menjelang akhir tahun," tambahnya.

Tak hanya itu, penguatan nilai rupiah juga didorong oleh pelonggaran kebijakan yang akan segera terjadi setelah data harga produsen AS yang lebih lemah dari perkiraan dan revisi besar pada angka ketenagakerjaan resmi memperkuat tanda-tanda pasar tenaga kerja yang mendingin. 

Para pedagang kini memproyeksi pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin hampir pasti terjadi saat The Fed bertemu minggu depan, dengan beberapa taruhan pada langkah yang lebih besar.

"Perhatian kini tertuju pada angka inflasi harga konsumen AS yang akan dirilis Kamis malam, yang diperkirakan menunjukkan kenaikan bulanan sebesar 0,3% di bulan Agustus dan pembacaan tahunan sebesar 2,9%," ungkapnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore