Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 13 Agustus 2025 | 03.02 WIB

Genjot Pembiayaan UMKM dan KPR Hijau

Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC), akhir pekan lalu. (Bank Indonesia untuk Jawa Pos) - Image

Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC), akhir pekan lalu. (Bank Indonesia untuk Jawa Pos)

JawaPos.com - Riset Council on Foreign Relation 2025 menunjukkan bahwa perubahan cuaca global diperkirakan berdampak pada kerugian produk domestik bruto (PDB) mencapai 40 persen hingga 75 tahun ke depan. Makanya, perlu upaya transisi menuju ekonomi rendah. Serta membangun ekosistem keuangan hijau yang berkelanjutan.

Pada Mei-Juni 2025, Bank Indonesia (BI) bersama Inisiatif Keuangan Berkelanjutan Indonesia (IKBI) telah memfasilitasi business matching pembiayaan untuk UMKM hijau. Dengan nilai pembiayaan mencapai Rp 96 miliar.

Program piloting juga berhasil mengklasifikasikan pembiayaan yang disalurkan kepada UMKM hijau senilai Rp 29,3 triliun. Baik secara langsung maupun rantai pasok, termasuk melalui penerbitan obligasi hijau.

"Selain itu, business matching yang diselenggarakan BI bersama 14 kementerian/lembaga dan 10 lembaga keuangan telah mempertemukan 394 UMKM dengan pihak pembiayaan dan menghasilkan komitmen pembiayaan senilai lebih dari Rp 300 miliar selama Februari hingga Juni 2025," kata Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti dalam Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC), akhir pekan lalu.

Green jobs juga merupakan elemen kunci dalam ekonomi berkelanjutan. Bukan sekadar sumber lapangan kerja, tapi juga penggerak transformasi struktural. Yang membuka peluang dengan teknologi bersih, pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan, dan industrialisasi rendah karbon.

Hingga Juni 2025, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk telah menyalurkan kredit pemilikan rumah (KPR) hijau mencapai Rp 693 miliar pada paruh pertama tahun ini. Meningkat sebesar 24 persen secara year-on-year (YoY). Pembiayaan itu ditujukan bagi nasabah yang ingin memiliki rumah tinggal yang memenuhi standar ramah lingkungan dan bersertifikasi dari lembaga bangunan hijau.

"Melalui program KPR Hijau, Bank Mandiri tidak hanya memberikan fasilitas pembiayaan kepemilikan rumah tinggal, tapi juga berperan aktif dalam mendorong terciptanya ekosistem properti hijau," kata Corporate Secretary Bank Mandiri M. Ashidiq Iswara, Selasa (12/8).

Inisiatif pembiayaan properti hijau merupakan implementasi kategori kegiatan usaha berkelanjutan (KKUB) yang diatur dalam POJK 51/2017. Khususnya untuk kategori bangunan berwawasan lingkungan yang memenuhi standar/sertifikasi. Selain itu, juga memperkuat portofolio hijau perseroan.

KPR Hijau tidak hanya memberikan masyarakat untuk tinggal di lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan. Tapi juga berperan dalam menciptakan ekosistem properti hijau bersama para developer properti di Indonesia. Bank Mandiri berkolaborasi dengan Sinar Mas Land dan Hongkong Land dalam memfasilitasi pembelian unit rumah di proyek NavaPark, BSD City.

Perumahan ini telah meraih sertifikasi Greenship Platinum dari Green Building Council Indonesia (GBCI) pada 2022. Setelah melalui penilaian komprehensif meliputi aspek ekologi lahan, konektivitas, pengelolaan air, limbah, material, dan efisiensi energi bangunan.

"Kami berharap inisiatif ini menjadi katalis ekosistem properti yang lebih hijau di Indonesia, sekaligus mengajak lebih banyak pihak untuk berkontribusi dalam agenda keberlanjutan nasional," ucap pria yang akrab disapa Ossy itu.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore