
Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo saat menerima JawaPos.com untuk sesi wawancara di kantornya di Jakarta. (Foto: Dimas Choirul/JawaPos.com)
JawaPos.com – Bank Jakarta, yang sebelumnya dikenal sebagai Bank DKI, tengah memasuki fase transformasi sebagai bagian dari strategi memperkuat fondasi bisnis dan meningkatkan daya saing di industri perbankan nasional.
Di bawah kepemimpinan Direktur Utama Agus H. Widodo, bank milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini tidak hanya melakukan rebranding, tetapi juga memantapkan langkah-langkah korporasi yang progresif menjelang penawaran saham perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia dan penguatan fundamental perusahaan.
"Salah satu langkah signifikan adalah pembentukan Kelompok Usaha Bank (KUB) bersama PT Bank Maluku Malut (BMM), yang ditandai melalui penandatanganan Perjanjian Penyertaan Modal dan Perjanjian Pengalihan Saham pada 5 Juni 2025," ujar Agus kepada JawaPos.com, Rabu (23/7).
Langkah transformasi Bank Jakarta diperkuat melalui proses rebranding yang diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta pada 22 Juni 2025. Menurut Agus, pergantian nama dari Bank DKI menjadi Bank Jakarta bukan sekadar nama, tetapi mencerminkan arah baru sebagai institusi keuangan yang modern, profesional, dan berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang.
Bank Jakarta juga memperluas pengaruhnya dalam kehidupan sosial masyarakat dengan menjadi sponsor klub sepak bola Persija untuk musim kompetisi Liga 2025-2026. "Dukungan ini menjadi bentuk nyata kami dalam memperkuat ikatan emosional dengan masyarakat ibu kota," ungkapnya.
Transformasi yang sedang berlangsung juga mencakup ekspansi bisnis melalui strategi dan inovasi layanan berbasis digital. Fokus utama Bank Jakarta meliputi perbaikan penyediaan solusi finansial yang relevan dengan kebutuhan masyarakat urban serta perlindungan transaksi dan keamanan finansial melalui inovasi dan penguatan tata kelola digital.
Siap Melantai di BEI
Agus menjelaskan, langkah besar berikutnya adalah rencana pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada RUPS Tahunan yang digelar 30 April 2025, para pemegang saham resmi menyetujui langkah initial public offering (IPO) sebagai strategi pembiayaan jangka panjang.
"Keputusan ini menjadi landasan awal dalam membuka akses pendanaan jangka panjang dari publik melalui pencatatan saham di BEI," kata Agus.
Ia menjelaskan, saat ini Bank Jakarta telah membentuk tim khusus untuk IPO, melakukan evaluasi internal, serta menjalin koordinasi aktif dengan OJK demi memastikan kesiapan menyeluruh, baik dari aspek keuangan, tata kelola, hingga teknologi informasi.
Bank Jakarta juga terus membenahi struktur perusahaan dengan menitikberatkan pada manajemen risiko, kepatuhan, dan kesiapan operasional. "Kami juga tengah melakukan penyesuaian dengan praktik tata kelola perusahaan terbuka yang berbasis transparansi dan akuntabilitas," tambahnya.
Catatkan Pertumbuhan Positif
Di tengah proses transformasi tersebut, kinerja Bank Jakarta selama semester I 2025 menunjukkan tren positif. Beberapa indikator keuangan mencatat pertumbuhan yang menjanjikan. Di mana, laba bersih tumbuh 24,4% menjadi Rp421,2 Miliar, total aset tumbuh 3,0% menjadi Rp84,7 triliun.
Kemudian dari sisi penyalyran kredit juga tumbuh signifikan. Kredit segmen UKM tumbuh 43,7% menjadi Rp2,3 triliun, kredit segmen konsumer tumbuh 2,9% menjadi Ro23,5 triliun. Di samping itu, CASA tumbuh 8,0% menjadi Rp25,4 triliun, dan BOPO pada TW II 2024 sebesar 87,0% turun menjadi 83,9% pada TW II 2025.
"Kami bersyukur, di tengah tantangan ekonomi global dan nasional, Bank Jakarta mampu membukukan kinerja yang solid dan berkelanjutan," ucapnya.
Perkuat Transformasi Digital
Lebih jauh, transformasi digital juga menjadi pilar utama Bank Jakarta dalam menciptakan layanan yang adaptif terhadap perubahan perilaku nasabah. Bank ini tengah menyiapkan aplikasi mobile banking baru yang lebih intuitif dan aman, serta mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk personalisasi layanan hingga deteksi fraud.
Dari sisi keberlanjutan, Bank Jakarta juga menempatkan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) sebagai inti strategi jangka panjang. Di samping itu, untuk menyempurnakan transformasi yang holistik, Bank Jakarta juga mendorong penguatan budaya organisasi dengan meluncurkan nilai-nilai Excellent, Professional, Integrity, Customer-Focused, Collaborative (EPICC) sebagai fondasi membentuk SDM unggul.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
