Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 25 Juni 2025 | 02.47 WIB

FDI dari Asia Dominan, DBS Bank: Hongkong Tempati Posisi Kedua di Indonesia

Ilustrasi ATM Bank DBS. - Image

Ilustrasi ATM Bank DBS.

JawaPos.com - Ekspor Indonesia ke Hongkong relatif stabil selama satu dekade terakhir. Bahkan, termasuk dalam 20 mitra dagang besar Indonesia.

DBS Bank Limited mencatat, negara-negara Asia menyumbang sekitar 75 persen dari total investasi asing langsung alias foreign direct investment (FDI) ke Tanah Air pada 2024. Seperti Singapura senilai USD 4,6 miliar dan Tiongkok sebanyak USD 1,8 miliar. Hongkong menempati posisi sebagai investor asing kedua terbesar di Indonesia dengan nilai investasi sebesar USD 2,2 miliar.

"Produk ekspor utama Indonesia ke Hongkong meliputi pakaian jadi, elektronik, bahan bakar mineral, dan produk perikanan," kata Head of Institutional Banking Group Bank DBS Indonesia Anthonius Sehonamin, Selasa (24/6).

Menurut dia, Hongkong terus menjadi salah satu investor asing yang paling strategis dan konsisten bagi Indonesia. Selalu menempati posisi tiga besar sumber FDI dari tahun ke tahun. Terutama di sektor pertambangan dan energi. "Berperan penting dalam mendorong pembangunan infrastruktur serta hilirisasi di Indonesia. Sehingga mendukung perjalanan Indonesia menuju ketahanan industri dan daya saing global," imbuhnya.

Managing Director and Head of Institutional Banking Group DBS Bank Hongkong Boris Chan meyakini Indonesia akan memiliki kebutuhan investasi yang sangat besar di masa depan. Pihaknya berkomitmen menghadirkan wawasan strategis, kemitraan lokal yang kuat, serta solusi keuangan menyeluruh. "Dengan begitu akan membantu pelaku usaha mengelola kompleksitas di pasar-pasar tersebut dan dengan percaya diri membuka peluang pertumbuhan baru," ujarnya.

Konsul Jenderal Republik Indonesia di Hong Kong Yul Edison optimistis ekonomi akan tetap tumbuh 5 persen tahun ini. Terlepas dari volatilitas global, didukung oleh permintaan domestik yang kuat, dan disiplin fiskal. "Kawasan industri kami di Batang, Kendal, dan Subang menarik minat perusahaan yang ingin relokasi dari Tiongkok atau memperluas skala secara regional, khususnya di sektor kendaraan listrik, elektronik, dan farmasi," bebernya.

Menilik data Badan Pusat Statistik (BPS) sepanjang Januari hingga April 2025, total nilai ekspor Indonesia mencapai USD 87,36 miliar. Naik 6,65 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ditopang, nilai ekspor non migas yang meningkat 7,68 persen YoY dengan nilai USD 82,56 miliar.

Meski demikian, nilai ekspor migas menurun 8,43 persen YoY menjadi USD 4,81 miliar. Peningkatan nilai ekspor nonmigas secara kumulatif terjadi di sektor industri pengolahan dan pertanian yang menjadi pendorong utama. Dengan andil masing-masing sebesar 11,64 persen dan 0,84 persen. 

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore