
Ilustrasi ATM Bank DBS.
JawaPos.com - Ekspor Indonesia ke Hongkong relatif stabil selama satu dekade terakhir. Bahkan, termasuk dalam 20 mitra dagang besar Indonesia.
DBS Bank Limited mencatat, negara-negara Asia menyumbang sekitar 75 persen dari total investasi asing langsung alias foreign direct investment (FDI) ke Tanah Air pada 2024. Seperti Singapura senilai USD 4,6 miliar dan Tiongkok sebanyak USD 1,8 miliar. Hongkong menempati posisi sebagai investor asing kedua terbesar di Indonesia dengan nilai investasi sebesar USD 2,2 miliar.
"Produk ekspor utama Indonesia ke Hongkong meliputi pakaian jadi, elektronik, bahan bakar mineral, dan produk perikanan," kata Head of Institutional Banking Group Bank DBS Indonesia Anthonius Sehonamin, Selasa (24/6).
Menurut dia, Hongkong terus menjadi salah satu investor asing yang paling strategis dan konsisten bagi Indonesia. Selalu menempati posisi tiga besar sumber FDI dari tahun ke tahun. Terutama di sektor pertambangan dan energi. "Berperan penting dalam mendorong pembangunan infrastruktur serta hilirisasi di Indonesia. Sehingga mendukung perjalanan Indonesia menuju ketahanan industri dan daya saing global," imbuhnya.
Managing Director and Head of Institutional Banking Group DBS Bank Hongkong Boris Chan meyakini Indonesia akan memiliki kebutuhan investasi yang sangat besar di masa depan. Pihaknya berkomitmen menghadirkan wawasan strategis, kemitraan lokal yang kuat, serta solusi keuangan menyeluruh. "Dengan begitu akan membantu pelaku usaha mengelola kompleksitas di pasar-pasar tersebut dan dengan percaya diri membuka peluang pertumbuhan baru," ujarnya.
Konsul Jenderal Republik Indonesia di Hong Kong Yul Edison optimistis ekonomi akan tetap tumbuh 5 persen tahun ini. Terlepas dari volatilitas global, didukung oleh permintaan domestik yang kuat, dan disiplin fiskal. "Kawasan industri kami di Batang, Kendal, dan Subang menarik minat perusahaan yang ingin relokasi dari Tiongkok atau memperluas skala secara regional, khususnya di sektor kendaraan listrik, elektronik, dan farmasi," bebernya.
Menilik data Badan Pusat Statistik (BPS) sepanjang Januari hingga April 2025, total nilai ekspor Indonesia mencapai USD 87,36 miliar. Naik 6,65 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ditopang, nilai ekspor non migas yang meningkat 7,68 persen YoY dengan nilai USD 82,56 miliar.
Meski demikian, nilai ekspor migas menurun 8,43 persen YoY menjadi USD 4,81 miliar. Peningkatan nilai ekspor nonmigas secara kumulatif terjadi di sektor industri pengolahan dan pertanian yang menjadi pendorong utama. Dengan andil masing-masing sebesar 11,64 persen dan 0,84 persen.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
