Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 28 April 2025 | 00.08 WIB

Kolaborasi Industri Asuransi dan Perbankan Untuk Tingkatkan Jangkauan Nasabah

Kolaborasi Equity Life Indonesia  dan Bank Maspion dalam  memperluas jangkauan produk melalui jalur distribusi bancassurance. (Istimewa) - Image

Kolaborasi Equity Life Indonesia dan Bank Maspion dalam memperluas jangkauan produk melalui jalur distribusi bancassurance. (Istimewa)

JawaPos.com - Pelaku industri asuransi jiwa terus berupaya untuk mempertajam penetrasi pasar Indonesia. Salah satu strategi yang dilakukan adalah dengan menggandeng perusahaan perbankan. Harapannya mereka bisa menggarap captive market berupa nasabah mereka.

Presiden Direktur Equity Life Indonesia Samuel Setiawan mengatakan, kesadaran masyarakat mengenai pentingnya asuransi jiwa merupakan faktor penting dalam membangkitkan industri tersebut. Menurutnya, masyarakat masih belum mengerti bahwa asuransi akan memberikan peace of mind terhadap risiko yang dihadapi masa depan. 

''Asuransi bukan hanya tentang proteksi. Namun, juga tentang memberikan ketenangan pikiran dan menyiapkan warisan yang bermakna bagi keluarga,'' jelasnya di Surabaya pekan lalu.

Dia menjelaskan, pelaku industri sudah mencoba menghadirkan inovasi produk yang cocok untuk konsumen di Indonesia. Salah satunya, lifetime insurance. Asuransi tersebut diakui bisa memberikan fleksibilitas di tengah cara pikir masyarakat Indonesia.

Masyarakat Indonesia sering menganggap asuransi jiwa sebagai produk yang merugikan karena preminya hangus di akhir kontrak. Namun, produk asuransi seumur hidup bakal memberikan jaminan kembali premi 100 persen di saat pemegang polis masih hidup di akhir kontrak.

''Kami memberikan perlindungan jiwa hingga usia 75, 85, atau 100 tahun. Sehingga, ada warisan jika mereka meninggal akibat penyakit atau kecelakaan sebelum polis berakhir. Namun, jika di akhir polis pemegang masih hidup, maka premi kami kembalikan 100 persen,'' terangnya. 

Menurut data OJK, jumlah pendapatan premi netto per Desember 2024 mencapai Rp 156 triliun. Angka tersebut naik sebanyak 3,1 persen dibanding posisi akhir 2023 senilai Rp 151,7 triliun. Jika dibandingkan dengan PDB 2024, penetrasi nilai industri asuransi masih 0,7 persen.

Karena itu, pihaknya baru saja menjalin kemitraan dengan Bank Maspion. Dia mengatakan kolaborasi ini mencerminkan komitmen jangka panjang Equity Life Indonesia dalam memperluas jangkauan produk melalui jalur distribusi bancassurance. 

Presiden Direktur Bank Maspion Kasemsri Charoensiddhi menuturkan, peluncuran produk asuransi jiwa hasil kemitraan tersebut merupakan langkah strategis Bank Maspion dalam memberikan layanan finansial yang komprehensif kepada nasabah. 

''Kami menyadari berkembangnya kebutuhan masyarakat akan perlindungan finansial jangka panjang. Melalui kolaborasi ini, Bank Maspion ingin menghadirkan solusi asuransi jiwa yang tidak hanya mudah diakses, tetapi juga relevan dan bernilai bagi nasabah,'' paparnya.(bil)

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore