Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 Maret 2025 | 02.43 WIB

Sayonara dari Bank Mandiri, Alexandra Askandar jadi Wadirut BNI, Royke Pensiun Diganti Putrama

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Alexandra Askandar. (Istimewa). - Image

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Alexandra Askandar. (Istimewa).

JawaPos.com - Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) yang digelar Rabu (26/3), memutuskan untuk merombak jajaran direksi dan komisarisnya. Royke Tumilaar telah menyelesaikan masa jabatannya sebagai direktur utama digantikan oleh Putrama Wahju Setyawan. Nama baru Alexandra Askandar masuk dalam jajaran direksi BNI.

Rapat tahunan yang digelar Rabu (26/3), diundur selama kurang lebih dua pekan dari jadwal awal pada 13 Maret 2025. Perubahan ini juga terjadi pada bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) lainnya. Sejalan dengan pengesahan Undang-Undang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru yang mengharuskan terjadi penyesuaian pada anggaran dasar perseroan.

Dalam perubahan direksi, RUPST menyetujui Putrama yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Direktur Utama BNI menjadi Direktur Utama. Sementara Alexandra yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Direktur Utama Bank Mandiri mengisi posisi Wakil Direktur Utama BNI yang ditinggalkan Putrama.

Posisi Direktur Keuangan yang sebelumnya diisi Novita Widya Anggraini digantikan oleh Hussein Paolo Kartadjoemena. Novita meninggalkan BNI lantaran menjabat sebagai Direktur Keuangan Bank Mandiri.

"Selain itu, RUPST juga memberhentikan Mucharom dari jabatan Direktur Human Capital and Compliance dan menetapkan Omar Sjawaldy Anwar sebagai Komisaris Utama BNI. Dengan demikian, susunan direksi BNI bertambah menjadi 13 dari sebelumnya 12 orang dan terdapat perubahan nomenklatur jabatan. Sedangkan susunan komisaris berkurang dari 11 menjadi 6 orang," jelas Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo.

RUPST juga menyepakati penggunaan 65 persen dari total laba bersih perseroan 2024 sebesar Rp 21,46 triliun dibagikan sebagai dividen tunai. Nilainya sebesar Rp13,95 triliun atau Rp 374 per saham. Sedangkan 35 persen lainnya dari laba atau senilai Rp 7,5 triliun digunakan sebagai saldo laba ditahan.

BNI juga akan menyetorkan Rp8,37 triliun sebagai dividen bagian negara. Rapat juga menyetujui pembelian kembali (buyback) saham sebesar-besarnya Rp 1,5 triliun. Buyback dilakukan untuk memberikan indikasi kepada investor bahwa harga saham BNI saat ini tidak mencerminkan fundamental perseroan.

"Dengan adanya program ini, diharapkan dapat memperkuat engagement terhadap Perseroan sekaligus meningkatkan kinerja dan prinsip prudent-risk-taking dari manajemen dan pegawai," kata Okki.

Di sisi lain, RUPST Bank Mandiri menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan. Dalam forum tersebut, memberhentikan sejumlah anggota direksi. Termasuk Alexandra Askandar, Agus Dwi Handaya, Aquarius Rudianto, Rohan Hafas, dan Sigit Prastowo dari jajaran Direksi.

Sedangkan di jajaran komisaris nama-nama seperti, M. Chatib Basri, Tedi Bharata, Arif Budimanta, Loeke Larasati Agoestina, Faried Utomo, Muliadi Rahardja, Heru Kristiyana, dan Rionald Silaban diberhentikan.

Sebagai bagian dari restrukturisasi, pemegang saham juga menetapkan pengalihan penugasan Riduan dan Eka Fitria ke posisi baru serta mengangkat beberapa nama baru dalam jajaran Direksi dan Komisaris. Di antaranya, M. Rizaldi, Saptari, Jan Winston Tambunan, Ari Rizaldi, dan Novita Widya Anggraini sebagai anggota Direksi. Serta Kuswiyoto, Luky Alfirman, Yuliot, dan Mia Amiati sebagai Komisaris.

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya atas pengabdian dan dedikasi mereka yang telah ikut berkontribusi membawa perseroan. "Kami meyakini keputusan pemegang saham ini akan mampu membawa Bank Mandiri semakin berperan dalam mempercepat pertumbuhan nasional untuk Indonesia yang lebih maju," ucap Darmawan.

Bank berlogo pita emas itu menetapkan 78 persen dari laba bersih konsolidasi 2024 atau senilai Rp 43,51 triliun sebagai dividen yang akan dibagikan kepada pemegang saham. Sementara 22 persen sisanya ditetapkan sebagai laba ditahan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendorong pengembangan usaha ke depan.

Dari nilai dividen tersebut, sebanyak Rp 22,62 triliun akan disetorkan kepada negara atas kepemilikan 52 persen saham Bank Mandiri. Lebih rinci, besaran dividen per lembar saham atau dividen per share bank berkode emiten BMRI itu sekitar Rp 466,18. Naik 31,71 persen secara year-on-year (YoY).

Sepanjang 2024, Bank Mandiri berhasil membukukan laba bersih sebanyak Rp 55,8 triliun. "Keputusan ini juga menunjukkan dukungan kuat dari pemegang saham kepada manajemen untuk mengakselerasi rencana ekspansi bisnis perseroan," jelas Darmawan.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore