
Karyawan menunjukan uang dolar Amerika Serikat (AS) dan Rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Selasa (18/6/2024).
JawaPos.com - Tantangan dari dinamika perekonomian di Tanah Air sepanjang 2024 tidak hanya dirasakan oleh sektor riil. Sejumlah isu di sektor jasa keuangan juga mewarnai perjalanan masyarakat tahun ini.
Beberapa diantaranya yaitu konsolidasi perbankan yang semakin massif, ditandai dengan aksi merger dan akuisisi sejumlah bank, penghapusan kredit macet atau pemutihan bagi UMKM, petani, dan nelayan, hingga gulung tikarnya belasan BPR/BPRS.
Berikut JawaPos.com rangkumkan, lima isu di sektor keuangan yang menarik keingintahuan public sepanjang 2024.
1. Konsolidasi Perbankan: Merger dan Akuisisi
Sejumlah bank baik swasta nasional maupun asing berbondong-bondong melakukan konsolidasi lewat aksi merger maupun akuisisi. Penguatan bisnis perusahaan hingga pelepasan saham oleh shareholder menjadi pertimbangan aksi korporasi tersebut.
Sepanjang 2024, sejumlah bank swasta asing pamit dari Tanah Air. Beberapa diantaranya melakukan merger, misalnya PT Bank Commonwealth (PTBC), asal Singapura yang pamit, dan kemudian disetujui oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bergabung menjadi bagian dari PT Bank OCBC NISP Tbk.
Penggabungan kedua bank efektif mulai 1 September 2024. Dan kini, kedua entitas bersatu di bawah OCBC Indonesia.
Sementara itu, hingga kini masih terus berjalan proses merger antara PT Bank Nationalnobu Tbk. (NOBU) milik taipan James Riady dan PT Bank MNC Internasional Tbk. (BABP) milik konglomerat Hary Tanoesoedibjo.
Sebelumnya, PT Bank Bank Tabungan Pensiunan Negara Tbk. (BTPN) yang sudah resmi merger dengan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBCI) pada 1 Februari 2019, dalam RUPSLB yang digelar 2 Oktober 2024 resmi berganti nama menjadi PT Bank SMBC Indonesia Tbk.
Adapun unit usaha syariah BTN dikabarkan tengah melakukan spin off, yang melibatkan akusisi bank syariah kecil. Beredar kabar, Bank Victoria Syariah menjadi kandidat akuisisi tersebut.
2. Kurs Rupiah Terjungkal Berkali-kali
Nilai tukar Rupiah sepanjang 2024 mengalami pasang-surut yang cukup drastis. Beberapa kali mata uang Garuda itu terdepresiasi atas dolar AS, hampir menyentuh level 16.000. Tengok saja pada 22 Mei 2024, saat itu kurs Rupiah sudah di level 15.995 per dolar AS.
Roller coaster nilai tukar berlanjut hingga pemilihan Presiden AS. Bahkan hanya beberapa pekan usai Donald Trump terpilih menjadi Presiden AS, Rupiah amblas di level 16.300-16.400 per dolar AS.
Analis pasar menyebut, hal itu terjadi setelah Presiden terpilih AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif perdagangan tambahan pada Tiongkok dan negara-negara lain. Sehingga meningkatkan kekhawatiran akan perang dagang baru.
Analis pasar juga memperkirakan depresiasi berlanjut hingga akhir tahun, yang dipicu oleh keputusan The Fed yang memangkas suku bunganya sebesar 25 basis poin (bps) ke 4,35-4,50 persen sesuai dengan ekspektasi pasar, pada Kamis (19/12). Di sisi lain, imbal hasil obligasi acuan AS 10 tahun naik 6,1 basis point menjadi 4,446 persen mencapai level tertinggi dalam empat minggu.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
