Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 Februari 2024 | 02.50 WIB

Usai Tembus ATH, Saham BBNI Diprediksi Bisa Tembus Rp 6.000

Ilustrasi - Sejumlah pengunjung duduk berlatar belakang pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. - Image

Ilustrasi - Sejumlah pengunjung duduk berlatar belakang pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

JawaPos.com - Perdagangan saham emiten PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (kode BBNI) menembus level tertinggi baru dalam sejarah (All Time High/ATH) di Rp 5.825 pada perdagangan intraday sesi I, Selasa (6/2). Pada penutupan perdagangan Rabu (7/2) saham BBNI ditutup di level Rp 5.750.

Capaian kinerja harga saham BBNI juga diikuti oleh penguatan fundamental perusahaan. Laba bersih BNI juga mencapai ATH pada tahun 2023, yaitu sebesar Rp 20,9 triliun, naik 14,2% dibandingkan dengan tahun 2022 yang sebesar Rp 18,3 triliun.

Capaian tersebut sejalan dengan estimasi beberapa analis sekuritas. Pertumbuhan laba bersih didorong oleh penurunan beban provisi sebesar 20,1%, akibat kualitas aset yang menunjukkan perbaikan.

Untuk tahun 2024, manajemen BNI menargetkan penyaluran kredit dengan pertumbuhan 9-11%, Net Interest Margin (NIM) di atas 4,5%, serta beban biaya pencadangan kredit (cost of credit) di bawah 1,4%.

Akhmad Nurcahyadi, analis KB Valbury Sekuritas, menyebut bahwa target penyaluran kredit tersebut, terutama disebabkan oleh peningkatan rasio CASA perseroan serta Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh melampaui industri.

Selain aspek likuiditas, faktor yang juga dicermati oleh pelaku pasar adalah adanya perbaikan kualitas aset yang diharapkan mendorong kinerja BBNI di tahun 2024.

Perbaikan kualitas aset BNI tersebut membuat beban cost of credit BNI turun dari 1,9% di akhir Desember 2022 menjadi 1,4% akhir tahun lalu. Tahun ini, manajemen BBNI menargetkan cost of credit BBNI dapat di bawah 1,4% dan akan berada di level 1% dalam jangka panjang.

Upaya bank BUMN tersebut untuk terus meningkatkan kualitas aset juga turut diapresiasi oleh pelaku pasar.

Menurut Erni Marsella Siahaan, CFA analis Ciptadana Sekuritas, target BNI untuk mencapai rasio LaR 10% di 2024 dan mencapai single digit di 2025 sejalan dengan target bank untuk mencapai cost of credit di bawah 1% untuk jangka panjang.

"Kami telah merevisi estimasi laba kami untuk 2024/25F sebesar 3%, terutama karena asumsi CoC yang sedikit lebih baik," tulis Erni dalam laporan risetnya.

Erni memperkirakan laba bersih BNI dapat tumbuh 16,7% di tahun 2024 menjadi Rp 24,4 triliun. Sejalan dengan Ciptadana Sekuritas, CGS-CIMB Sekuritas juga memperkirakan laba bersih BNI di tahun ini berpotensi mencapai Rp 24,6 triliun.

Dengan adanya potensi pertumbuhan laba bersih hingga dua digit di 2024, kedua sekuritas tersebut mempertahankan rekomendasi beli untuk saham BBNI. Ciptadana Sekuritas memasang target price BBNI di Rp 6.300, setara dengan 1,4x Price to Book Value (PBV) BBNI di 2024, sedangkan CGS-CIMB mematok target harga BBNI di Rp 6.750, setara dengan 1,5x PBV.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore