
Photo
JawaPos.com- Perbankan terus berinovasi dalam menawarkan sejumlah produk unggulan kepad acalon nasabahnya. Salah satunya, produk tabungan SOBATKU (Simpanan Online Sahabatku). Tabungan online berbasis aplikasi keluaran Koperasi Simpan Pinjam Sahabat Mitra Sejati yang didukung Bank Sahabat Sampoerna, gencar menggaet nasabah baru dengan memperluas fitur pembayaran merchant.
Chief of Finance and Business Planning Mewakili Board of Management Bank Sahabat Sampoerna, Henky Suryaputra, mengatakan sebagai salah satu produk financial technology (fintech), SOBATKU fokus menggarap pasar penabung pemula. Yakni, yang belum pernah menjadi nasabah perbankan.
"SOBATKU memberikan kemudahan untuk menabung. Bukan kalangan yang sudah punya tabungan, tapi yang belum punya tabungan atau tidak nyaman nabung di bank. Jadi, potensi pasarnya sangat luas,'' katanya kemarin (28/4).
SOBATKU yang diluncurkan pertengahan 2017 lalu memperluas fitur pembayaran merchant dengan menjadi alat pembayaran untuk kegiatan kuliner. "Akan ada pesta kuliner di Surabaya, dan kami menjadi alat pembayaran di kegiatan tersebut," ungkapnya.
Tapi sebagai salah satu pemain fintech, ia menegaskan SOBATKU membidik pasar berbeda dengan pemain fintech lain, termasuk dalam pengembangan ekosistem. Ekosistem yang dikembangkan sifatnya klaster. Misalnya di pasar tertentu dan di pusat kuliner tertentu. "Yang utama, ekosistem tersebut tidak untuk berbelanja saja, melainkan untuk menabung," paparnya.
Untuk saat ini batas limit tabungan sebesar Rp 20 juta. Ke depan, pihaknya akan menambah limit tabungan secara bertahap. "Kami sedang piloting (uji coba) produk upgrade sampai dengan Rp 100 juta, nanti meningkat lagi menjadi Rp 500 juta," jelas Henky.
Marketing Manager SOBATKU, Ratna Kusumadewi, menambahkan terkait target pengguna SOBATKU tidak ada segmen khusus. Selama ini profil nasabah SOBATKU berasal dari berbagai kalangan. Seperti dari segmen milenial, mereka memakai aplikasi tersebut selain untuk menabung juga untuk kemudahan transaksi.
"Komunitas mahasiswa lebih suka untuk kebutuhan transfer, karena tidak ada biaya tambahan. Kemudian, usia di atas 30 tahun juga banyak, salah satu alasannya karena ada program undian," ujarnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi Pindah ke Bali! Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sebut Ada 3 Lokasi untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
