Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 13 Oktober 2015 | 16.49 WIB

Survei Membuktikan Indonesia Dinamo Ekonomi ASEAN

ilustrasi - Image

ilustrasi

‎JawaPos.com – Ekonomi Indonesia adalah dinamo pendorong ekonomi di negara anggota ASEAN. Indikatornya sangat jelas. Kata Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dari sisi Produk Domestik Bruto (PDB), Indonesia mencapai USD 888,5 miliar pada 2014. 



"PDB Indonesia sebesar 36% dari seluruh PDB di kawasan ASEAN," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad, di Jakarta, Senin (12/10)



Faktor berikutnya, kata pejabat yang murah senyum ini, penduduk Indonesia sekitar 250 juta jiwa, terbesar dari semua negara serumpun. Atau sekitar 40% dari jumlah penduduk ASEAN



"Indonesia masih menjadi negara terbesar yang menjadi pendorong ekonomi kawasan ASEAN," Kata Muliaman



Namun, di sektor perbankan, Muliawan menyebut total aset perbankan Indonesia masih relatif di bawah, jika dibandingkan bank-bank besar di ASEAN yakni Singapura, Malaysia dan Thailand.



Total aset perbankan Indonesia bila dibandingkan PDB sebesar 55% lebih rendah dibanding Filipina sebesar 88%, Thailand sebesar 142%, Malaysia sebesar 208%, dan Singapura yang 359%.



"Sebagai contoh, total aset Bank Mandiri sebagai bank terbesar di Indonesia hanya mencapai Rp888 triliun, jauh di bawah DBS Bank, Maybank atau Krung Thai, masing-masing mencapai Rp5.970 triliun, Rp2.331 triliun dan Rp1.162 triliun," urai Muliaman.



Meski demikian, Kata dia, industri perbankan Indonesia lebih resilient dibanding negara serumpun lainnya. Hal itu ditopang dengan tingginya rasio kecukupan modal atau CAR yang cenderung meningkat tiap tahunnya.



Nilai CAR perbankan Indonesia pada semester I/ 2015 mencapai 20,3%, lebih tinggi dari Malaysia  hanya 14,9% dan Thailand yang mencapai 16,5%.



"Hal ini menunjukkan kapabilitas perbankan Indonesia untuk mendukung ekspansi dan meng-cover risiko lebih baik," ucapnya.



Sementara itu, dilihat dari sisi rentabilitas, kemampuan perbankan Indonesia dalam menghasilkan laba relatif lebih tinggi dibandingkan dengan anggota lain.



Rasio Return On Asset (ROA) perbankan Indonesia di semester I /2015 mencapai 2,3%, lebih tinggi dari Thailand atau Fillipina yang nilainya masih di bawah 2%.



Dari sektor pasar modal, setelah bersama-sama dengan negara ASEAN lainnya mengalami tekanan cukup dalam, pada Oktober 2015 ini situasi pasar saham di kawasan ASEAN termasuk Indonesia menunjukkan perkembangan yang cukup bagus seiring dengan penguatan bursa global dan regional.



"Kita sempat menjadi salah satu yang mencatatkan pertumbuhan tertinggi di ASEAN yaitu pada tahun 2014, IHSG tumbuh sebesar 22,3%. Saya meyakini periode ke depan Industri pasar modal kita masih memiliki peluang yang cukup besar untuk mencatatkan pertumbuhan yang bersaing dengan negara-negara Asean lainnya," tutur Muliaman.



Kapitalisasi pasar modal dibandingkan GDP di Indonesia hanya sebesar 45% lebih rendah dari Filipina yang 113%, Thailand sebesar 105%, Malaysia sebesar 149% dan Singapura sebesar 256%. (hyt/JPG)

Editor: Idham
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore