
ilustrasi
JawaPos.com – Ekonomi Indonesia adalah dinamo pendorong ekonomi di negara anggota ASEAN. Indikatornya sangat jelas. Kata Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dari sisi Produk Domestik Bruto (PDB), Indonesia mencapai USD 888,5 miliar pada 2014.
"PDB Indonesia sebesar 36% dari seluruh PDB di kawasan ASEAN," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad, di Jakarta, Senin (12/10)
Faktor berikutnya, kata pejabat yang murah senyum ini, penduduk Indonesia sekitar 250 juta jiwa, terbesar dari semua negara serumpun. Atau sekitar 40% dari jumlah penduduk ASEAN
"Indonesia masih menjadi negara terbesar yang menjadi pendorong ekonomi kawasan ASEAN," Kata Muliaman
Namun, di sektor perbankan, Muliawan menyebut total aset perbankan Indonesia masih relatif di bawah, jika dibandingkan bank-bank besar di ASEAN yakni Singapura, Malaysia dan Thailand.
Total aset perbankan Indonesia bila dibandingkan PDB sebesar 55% lebih rendah dibanding Filipina sebesar 88%, Thailand sebesar 142%, Malaysia sebesar 208%, dan Singapura yang 359%.
"Sebagai contoh, total aset Bank Mandiri sebagai bank terbesar di Indonesia hanya mencapai Rp888 triliun, jauh di bawah DBS Bank, Maybank atau Krung Thai, masing-masing mencapai Rp5.970 triliun, Rp2.331 triliun dan Rp1.162 triliun," urai Muliaman.
Meski demikian, Kata dia, industri perbankan Indonesia lebih resilient dibanding negara serumpun lainnya. Hal itu ditopang dengan tingginya rasio kecukupan modal atau CAR yang cenderung meningkat tiap tahunnya.
Nilai CAR perbankan Indonesia pada semester I/ 2015 mencapai 20,3%, lebih tinggi dari Malaysia hanya 14,9% dan Thailand yang mencapai 16,5%.
"Hal ini menunjukkan kapabilitas perbankan Indonesia untuk mendukung ekspansi dan meng-cover risiko lebih baik," ucapnya.
Sementara itu, dilihat dari sisi rentabilitas, kemampuan perbankan Indonesia dalam menghasilkan laba relatif lebih tinggi dibandingkan dengan anggota lain.
Rasio Return On Asset (ROA) perbankan Indonesia di semester I /2015 mencapai 2,3%, lebih tinggi dari Thailand atau Fillipina yang nilainya masih di bawah 2%.
Dari sektor pasar modal, setelah bersama-sama dengan negara ASEAN lainnya mengalami tekanan cukup dalam, pada Oktober 2015 ini situasi pasar saham di kawasan ASEAN termasuk Indonesia menunjukkan perkembangan yang cukup bagus seiring dengan penguatan bursa global dan regional.
"Kita sempat menjadi salah satu yang mencatatkan pertumbuhan tertinggi di ASEAN yaitu pada tahun 2014, IHSG tumbuh sebesar 22,3%. Saya meyakini periode ke depan Industri pasar modal kita masih memiliki peluang yang cukup besar untuk mencatatkan pertumbuhan yang bersaing dengan negara-negara Asean lainnya," tutur Muliaman.
Kapitalisasi pasar modal dibandingkan GDP di Indonesia hanya sebesar 45% lebih rendah dari Filipina yang 113%, Thailand sebesar 105%, Malaysia sebesar 149% dan Singapura sebesar 256%. (hyt/JPG)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
