Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 13 Oktober 2015 | 16.30 WIB

OJK Sindir Bank Nasional Jangan Jago Kandang

ilustrasi - Image

ilustrasi

JawaPos.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menstimulus perbankan nasional untuk ekspansi pasar luar negeri. Bank lokal istimewa bank BUMN jangan asyik rebutan kue dalam negeri, padahal pasar luar negeri cukup menjanjikan.



“Perbankan nasional belum siap membuka kantor cabang di luar negeri baik regional maupun internasional. Terkesan belum siap   menyongsong sistem perbankan ASEAN yang mulai efektif tahun 2020 mendatang,” tandas Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (12/10).



Sampai sekarang, dalam catatan OJK, baru BNI berani melebarkan jaringan bank koresponden di London, New York, Tokyo, Singapura, dan Hongkong. Dan terbaru  BNI akan membuka cabang keenamnya di Soul, Korea Selatan di kuartal IV tahun 2015 ini.



Begitu juga, Bank Mandiri  baru membuka cabang di Cayman Islands, Shanghai Tiongkok, Hong Kong, Singapura, Dili Timor Leste, Malaysia dan London. 



Tapi, jumlah itu tak seberapa dibanding bank Asing dari Malaysia dan Singapura yang memiliki ratusan jaringan. Seperti Bank CIMB Niaga ada 968 jaringan, Maybank BII 426 kantor, Bank OCBC NISP 334 cabang, Bank Danamon 1.509 jaringan dan Bank UOB Buana 215 cabang.



"Kekurangan kita domestic oriented. Jadi pasar luar negeri lupa karena ‎pasar kita masih terbuka luas, rasio kredit masih kecil, penetrasi asuransi kecil, sehingga peluang dalam negeri menggiurkan," sindir Muliaman



‎Untuk itu, Muliawan kembali mengingatkan kembali kepada industri perbankan nasional agar serius memperluas jaringan ke luar negeri seperti Korea dan Jepang. 



"Buka kantor di luar negeri juga harus membuka dukungan sektor riil, seperti Bank Korea dan Jepang masuk Indonesia untuk mendukung bisnisnya juga," ungkapnya.



‎Meski begitu, sambung Muliawan, sejauh ini Indonesia sudah mulai membuka peluang membuka cabang yang terintegrasi MEA, yaitu Malaysia dan Singapura.



"Dengan Malaysia dan Singapura sudah mau. Kemudian negara ASEAN lainnya seperti Vietnam, Kamboja, Myanmar akan kita akan terus dorong agar masuk walaupun sektor riil masih terbatas," tandas Dia. (hyt/JPG)

Editor: Idham
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore