Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 20 Mei 2017 | 21.53 WIB

Proyeksi Nilai Tukar Rupiah Melemah Tahun Depan

Ilustrasi - Image

Ilustrasi


JawaPos.com - Perekonomian Indonesia tahun depan diprediksi masih menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya, ketidakpastian pemulihan ekonomi Eropa, penyesuaian pembangunan di Tiongkok, serta kenaikan suku bunga di Amerika Serikat (AS).



Meski demikian, secara umum, pemerintah meyakini bahwa kondisi perekonomian Indonesia pada 2018 lebih baik jika dibandingkan dengan tahun ini.



Menkeu Sri Mulyani Indrawati menyatakan, pemerintah menetapkan target pertumbuhan ekonomi di angka 5,4–6,1 persen. Sasarannya adalah mendorong pemerataan pertumbuhan di kawasan timur Indonesia, kawasan perbatasan, dan daerah tertinggal.



”Sektor-sektor ekonomi yang mempunyai nilai tambah tinggi dan menciptakan kesempatan kerja perlu didorong,’’ ujar Sri saat menyampaikan kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal untuk tahun anggaran 2018 dalam sidang paripurna di gedung DPR kemarin (19/5).



Agar pertumbuhan ekonomi tinggi dan inklusif, pertumbuhan konsumsi rumah tangga perlu dijaga. Caranya, mengerem laju inflasi dalam negeri sehingga daya beli masyarakat terjaga.



Tahun depan, pemerintah menargetkan level inflasi di rentang 3,5 persen plus minus 1,0 persen. ”Tingkat inflasi yang rendah akan menjamin kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dan mendorong perekonomian domestik,’’ jelasnya.



Pemerintah juga berupaya menjaga stabilitas nilai tukar di tingkat yang aman. Berkaitan dengan kondisi politik-ekonomi dunia, rata-rata nilai tukar rupiah pada 2018 diperkirakan berada di rentang Rp 13.500 hingga Rp 13.800 per USD.



Harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) diperkirakan berada di kisaran USD 40–60 per barel. Sementara itu, asumsi lifting minyak dan gas bumi (migas) tahun depan diperkirakan mencapai 1.965–2.050 ribu barel per hari.



Perinciannya, lifting minyak bumi 771–815 ribu bph dan lifting gas bumi 1.194–1.235 ribu barel setara minyak per hari. Perkiraan tersebut didasarkan pada kapasitas produksi, penurunan alamiah, penambahan produksi, dan rencana kerja kontraktor kontrak kerja sama (KKKS). (ken/c18/noe)


Editor: Dwi Shintia
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore