Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 22 Oktober 2026 | 16.41 WIB

Tradisi Yadnya Kasada di Bromo, Sesaji untuk Dewa Jadi Harapan Warga Kurang Mampu

Seorang perempuan melemparkan uang kertas ke kawah Gunung Bromo di Jawa Timur, pada 1 Juni 2026. (Kyodo) - Image

Seorang perempuan melemparkan uang kertas ke kawah Gunung Bromo di Jawa Timur, pada 1 Juni 2026. (Kyodo)

JawaPos.com - Uang kertas, sayuran, hingga ayam dilemparkan ke kawah Gunung Bromo, Jawa Timur, dalam tradisi Yadnya Kasada. Di lereng curam gunung berapi aktif itu, warga bergegas dengan jaring untuk menangkap sesaji yang dapat membantu mereka memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dilansir dari Kyodo, Kamis (22/10), Yadnya Kasada merupakan festival tahunan masyarakat Hindu Tengger yang tinggal di sekitar Gunung Bromo. Bagi masyarakat Tengger, melempar hasil bumi, ternak, dan uang ke kawah merupakan bentuk rasa syukur kepada Tuhan dan alam. Namun, bagi warga kurang mampu dari desa-desa sekitar, tradisi tersebut juga menjadi kesempatan memperoleh makanan dan uang.

Festival tahun ini berlangsung pada 31 Mei hingga 1 Juni. Sebelum matahari terbit, para umat berjalan melintasi Lautan Pasir, hamparan abu vulkanik di kaki gunung setinggi 2.329 meter tersebut.

Setelah berdoa, mereka melemparkan sesaji berupa kol, daun bawang, dan uang kertas ke kawah. Uap mengepul dari kawah, sementara warga yang membawa jaring menunggu di lereng untuk menangkap barang-barang yang dilemparkan.

Ketika seorang umat melepaskan seekor ayam sebagai ungkapan syukur atas keberuntungan selama setahun, lebih dari selusin orang langsung bergegas menuruni lereng untuk menangkapnya.

Salah seorang warga yang berharap mendapat berkah dari tradisi tersebut adalah Sariman, pria berusia sekitar 40-an tahun yang berasal dari desa terdekat.

“Berkat masyarakat Tengger, kami bisa ikut menikmati berkah yang diberikan Tuhan kepada mereka,” katanya.

Pada festival tahun lalu, Sariman mengumpulkan uang sekitar Rp 1 juta. Jumlah tersebut setara USD 55 berdasarkan nilai yang disebutkan dalam laporan, dan hanya sekitar separuh dari uang yang pernah diperolehnya pada tahun-tahun sebelumnya.

Tradisi sakral sekaligus sumber penghidupan

Perhatian yang semakin besar di media sosial membuat jumlah pengunjung ritual ini meningkat. Namun, semakin banyak pula orang yang datang dengan harapan memperoleh sesaji.

Sebelum menuju kawah, masyarakat Tengger mengunjungi tempat-tempat pemujaan kecil di antara bebatuan vulkanik untuk memohon berkah atas persembahan yang akan mereka berikan.

Editor: Dhimas Ginanjar
Sumber: Kyodo News
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore