PENGALAMAN MENEGANGKAN: Fernandi di depan rumahnya yang hancur karena banjir di Kampung Apar, Kota Padang, Sumbar, Selasa (2/12) (Fadli Zikri/Padang Ekspres)
Sebuah balok kayu sempat menekan bagian depan leher Fernandi dan arus deras mendorong tubuhnya kuat-kuat ke dinding. Dia menyaksikan banyak orang hanyut dan menjerit minta tolong. ”Seperti sudah kiamat rasanya,” kenangnya.
Fadli Zikri, Padang
---
TAK ada kokok ayam pagi itu. Yang membangunkan Fernandi dalam kepanikan adalah suara hempasan kayu yang menghantam rumahnya.
Belum sempat berdiri, air pekat bercampur lumpur dan gelondongan kayu meluncur pula ke tempat tinggalnya yang berada di Kampung Apar, Kota Padang, Sumatera Barat, itu.
Ketika air sudah sepaha pria pada Kamis (27/11) pagi pekan lalu itu, Fernandi hanya sempat meraih ponsel. Arus datang terlalu cepat sehingga pria 47 tahun yang masih melajang itu tak lagi bisa menyelamatkan ijazah dan barang berharga lain.
”Dalam hitungan menit, air sudah naik hingga sedada,” kenang Fernandi kepada Padang Ekspres yang menemuinya Selasa (2/12) lalu.
Fernandi berusaha menyelamatkan diri, tapi lagi-lagi terdengar suara hantaman keras dari luar. Kayu-kayu besar datang menghancurkan sisi rumah yang dia tinggali sendiri itu satu per satu dalam waktu singkat.
Ketika dinding depan rumahnya mulai ambruk, Fernandi terbawa arus ke arah dinding yang tersisa sehingga menghalangi jalan keluarnya. Di situlah ia mengalami detik-detik paling menegangkan dalam hidupnya.
Sebuah balok kayu menekan bagian depan lehernya. Arus deras turut mendorong balok kayu tersebut dan tubuhnya kuat-kuat ke dinding. Ia tidak bisa bergerak bebas dan kesulitan bernapas.
”Leher saya juga kejepit, arus menahan badan saya dari depan. Dalam pikiran saya, kalau ini ajal saya, saya ikhlas,” katanya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
