Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 17 Desember 2024 | 22.00 WIB

Herjun Atna Firdaus: Kalau Ada Kesempatan ke Eropa, Kenapa Tidak?

PELUANG TERBAIK: Herjun Atna Firdaus beraksi dalam salah satu balapan ARRC 2024. (Foto: Astra Honda Racing Team) - Image

PELUANG TERBAIK: Herjun Atna Firdaus beraksi dalam salah satu balapan ARRC 2024. (Foto: Astra Honda Racing Team)

Herjun Atna Firdaus menjadi yang terbaik di kelas AP250 Asian Road Racing Championship setelah berjuang tiga musim. Terus berlatih sembari menunggu keputusan tim di balapan mana dia akan bertarung berikutnya.

ANTON HADIYANTO, Buriram

---

DUA hari balapan di Sirkuit Internasional Buriram, Thailand, berlangsung bak roller coaster bagi Herjun Atna Firdaus. Datang dengan posisi sebagai pemimpin klasemen, tapi sempat tergeser dan harus berjuang keras sampai balapan hari terakhir untuk memastikan gelar.

Pembalap Astra Honda Racing Team (AHRT) itu mengoleksi 132 poin menuju seri terakhir Asian Road Racing Championship (ARRC) 2024 di kelas AP250 di Sirkuit Internasional Buriram, Thailand.

Dia dibuntuti dengan ketat oleh rekan setim sekaligus juniornya, Muhammad Kiandra Ramadhipa, yang mengantongi 122 poin.

Tapi, konstelasi klasemen berubah setelah balapan pertama pada Sabtu (7/12). Herjun gagal podium atau mencapai tiga besar di race pertama tersebut. Lebih menegangkan baginya, balapan itu dimenangi Ramadhipa.

Herjun mengakhiri balapan di posisi keempat, yang artinya hanya menambah 13 poin. Sementara itu, Ramadhipa menambah 25 poin. Menuju balapan terakhir keesokan harinya, Ramadhipa berada di posisi teratas dengan 147 poin, dua angka di atas Herjun.

Pembalap Astra Honda Racing Team (AHRT) Herjun Atna Firdaus mencium trofi Juara ARRC 2024 Kelas AP250 di Chang International Circuit, Buriram, Thailand, kemarin (8/12). (ANTON HADIYANTO/JAWA POS)

Kekecewaan terlihat jelas di raut wajah Herjun seusai balapan pertama itu. Dia meninggalkan garasi timnya dengan wajah tegang.

”Tidak ada pilihan lain (untuk juara), selain harus menang besok (Minggu, race kedua). Harus lebih baik dari hari ini,” papar Herjun di belakang garasi saat ditemui Jawa Pos.

Keesokan harinya, pembalap kelahiran Pati, Jawa Tengah, itu muncul dengan mimik wajah penuh fokus. Tekad yang diungkapkan sehari sebelumnya dia bawa ke atas motor CBR250RR yang menjadi tunggangan andalan tim AHRT.

Dia sempat terjebak di tengah dan menyaksikan Ramadhipa di barisan depan yang berarti mengancam ambisinya meraih gelar juara.

Menuju lap ketiga balapan 10 putaran itu, dewi fortuna menunjukkan keberpihakan pada Herjun. Ramadhipa memutuskan keluar dari lomba. Masalah pada motor memaksanya menyerah.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore